Edukasi Jakarta Ikuti Lomba HAI 2015

logo pkbm edukasiAdmin PKBM Edukasi Jakarta dipercaya oleh Jakarta Selatan untuk mewakili lomba Pengelola PKBM dalam rangka Hari Aksara Internasional 2015 di DKI Jakarta. Yang diminta adalah best practise terhadap penyelenggaraan PKBM selama ini dalam rangka menuju kemandirian lembaga.
Alhamdulillah, lembaga kami bisa mandiri sejak awal tahun 2012, tanpa bantuan pemerintah, dengan terus berusaha menjadi lembaga yang bermartabat, kalau belum dikatakan baik. Lembaga non formal ygberusaha melayani peserta didik dengan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para peserta didik.
Lembaga yg bermartabat dalam pengertian ini adalah menyelenggarakan proses pendidikan di Kesetaraan berusaha agar sesuai dengan standar proses dan standar isi permendikbud No. 14/2007dan Permendikbud No. 03/2008, rutin setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tingkat kehadiran peserta didik yang konstan dan terjaga. Lembaga kami terbuka, siapapun boleh monitoring…
Produk PKBM Edukasi Jakarta dalam rangka mengangkat nama baik Pendidikan Kesetaraan di Indonesia cukup banyak yg bisa dibagikan bukan saja kepada peserta didik, lembaga kami, akan tetapi kepada lembaga lain seluruh Indonesia. Misalnya,
3. aplikasi agenda mengajar tutor
5. dan lainnya.
Demua itu bisa di download di sini…

Karena Lembaga kami tidak ingin hanya bermanfaat bagi lembaga sendiri, karena itu upaya memanfaatkan media shosial seperti Facebook dan lainnya berupaya untuk menshare berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan yang benar terhadap proses pendidikan Kesetaraan. Dampaknya bisa terlihat alhamdulillah Edukasi Jakarta terus berkembang dengan jumlah peserta didik naik secara signifikan. Dari awal berdiri tahun 2012 hanya 15 peserta didik, kemudian berkembang pesat hingga tahun pelajaran 2015/2016 mencapai angka 91 peserta didik dari Paket A, Paket B dan Paket C, terdiri dari kelas 1 dan 3 Paket A, B dan C.

Angka itu belum termasuk peserta didik dari kelompok belajar di tempat lain yang bekerja sama dengan lembaga kami baik dalam penyelenggarakan ujian nasional maupun dalam pengadaan tutor untuk di kirim ke kelompok belajar. Bila ditotal mencapai lebih dari 200 peserta didik yang masuk buku induk kami.

Kalau para Juri mengukur kemandirian lembaga adalah bukan itu semua,  maka kami harus belajar lebih banyak lagi kepada PKBM yang bakal menang sebagai juara I di DKI Jakarta.

Iklan

Penerapan E-Learning untuk PLS

Kali ini PKBM Edukasi ingin menulis tentang istilah pembelajaran online yang berkembang selama ini dan bagaimana penerapanya untuk mendukung pendidikan luar sekolah (PLS),.

Pendidikan luar sekolah (PLS)  tidak lain yang dimaksud adalah  pendidikan luar sekolah atau pembelajaran non formal dan informal yang mengambil jalur bukan jalur  sekolah, seperti kursus, kejar paket A, Paket B atau Paket C.  Meskipun di luar jalur sekolah, tetapi diatur oleh satu departemen yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud RI). Makanya ijazahnya disetarakan dengan pendidikan jalur sekolah.

Sebagaimana diketahui oleh publik, bahwa PKBM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki program pendidikan yang sangat bermanfaat untuk melayani masyarakat yang belum tuntas belajarnya. Baik yang tingkat SD, SMP maupun belum tuntas SMA. Dengan mengikuti program Paket A, B dan C mereka bisa mendapatkan hak eligibilitas lulusannya yang setara dengan sekolah formal.

Nah untuk mendukung pembelajaran di sekolah non formal seperti program paket yang diadakan di PKBM, Home Schooling, kelompok belajar atau di manapun, maka alternatif cara belajarnya paling cocok menggunakan gabungan pembelajarn biasa (klasikal) ditambah dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi informatika.

Pembelajaran dengan TIK ini sangat mendukung untuk belajar mandiri sebab di kelas-kelas program paket sangat terbatas waktunya, sementara di kelas pendidikan formal sangat luas cakupan waktunya. Karenanya, agar warga belajar bisa menyaingin murid-murid sekolah formal, maka jangan ragu untuk memanfaatkan semaksimal mungkin sumber belajar yang telah disediakan sangat melimpah di jagat internet ini.

Kepada para tutor kesetaraan juga mestinya memanfaatkan ini dan tidak ketinggalan informasi dengan warga belajar. Sebab dengan dukungan teknologi, warga belajar bisa bebas belajar di mana saja, kapan saja dan matari apapun.

Jenis pembelajaran yang mendukung program kesetaraan :

i-learning  singkatan dari internet learning (pembelajaran berbasis  internet);

e-learning, singakatan dari electronic learning (pembelajaran via alat-alat elektronik) seperti CD tutorial, Radio, TV, Podcast dan lain-lain.

d-learning singkatan dari distance learning (pembalajaran jarak jauh). Antara guru dan murid tidak dibatasi oleh sekat-sekat ruang. Mereka bisa bertemu di dunia maya atau di internet, Radio, Televisi secara real time.

m-learning singkatan dari mobile learning (pembelajaran melalui handphone). Revolusi pembelajaran via handphone ini sangat menguntungkan sebab banyak sekali peserta didik sekarang tidak jauh dari handphone.

Penerapannya

Untuk mendukung program itu, maka yang diperlukan hanya dua hal:

pertama, pasang internet dan jaringan hotspot atau kabel internet

kedua, latihlah para tenaga pendidik dan kependidikan untuk memanfaatkan itu semua;

ketiga, kenalkan program-program gratis dari diknas, dan masyarakat umum yang ada tersedia di internet, atau membuat karya sendiri.

Kontent atau Sumber belajar bisa didapatkan dari berbagai sumber misalnya:

  1. Blog
  2. Ensiklopedia
  3. Wikipedia
  4. e-dukasi.net
  5. rumah belajar
  6. m-edukasi.net
  7. dan lain-lain.

Sumber belajar dan sarana itu semua kini telah berlimpah ruah banyaknya. Tinggal bagaimana kebijakan dan desain pembelajaran di tiap-tiap satuan belajar peserta didik.

Tidaklah sulit untuk memanfaatkan semua itu, karena semua orang kini telah mahir dan familiar dengan penggunaan teknologi nformasi dari mulai penggunaan handphone, internet dan koneksi berbagai perangkat nirkabel lainnya.

Semua itu kembali kepada tutor/guru masing-masing. Meskipun guru bukan segala-galanya dalam kesuksesan belajar, namun semua itu bermula dari guru.

 

M. Kurtubi –  Ketua PKBM Edukasi , Jakarta

 

Meningkatkan Jumlah Enterpreneur Indonesia

Kali ini PKBM Edukasi ingin bincang-bincang seputar jumlah enterprenur Indonesia dan bagaimana upaya meningkatkannya

Masalah yang menjadi kendala di Indonesia adalah jumlah enterpreneur besar di Indonesia itu hanya 0.18 persen dari penduduk Indonesia. Sangat sedikit sekali. Padahal di negara maju jumlah enterpreneur ada 2% dari penduduknya. Bagaimana upaya meningkatkan enterpreneur di Indonesia?

Jawabannya tentu tidak semudah membalik tangan. Karena menciptakan enterpreneur itu terkait dengan budaya masyarakat dan juga tantangan serta harapan dan juga ktersediaan sumber daya alam dan human resourcesnya.

Namun sekedar curah pendapat bagaimana memperbanyak jumlah enterpreneur itu salah satunya dengan mengupayakan  semua elemen lembaga pendidikan untuk mendorong lebih giat lagi dalam hal penciptaan enterprenur yang baru.

Sebab jika menciptakan enterpreneur baru itu mudah, tentu Indonesia dengan jumlah penduduk kurang lebih 250 juta jiwa ini sudah lahir banyak sekali para enterpreneur. Nyatanya hanya kecil sekali kurang dari satu persen. Ini berarti ada masalah besar dalam sistem pendidikan masyarakat kita.

Solusi pemerintah dalam hal mengatasi dampak pengangguran adalah dengan menciptakan program wajib belajar. Dengan program ini diharapkan mereka yang putus sekolah bisa mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan sesuai jenjangnya. Namun upaya selanjutnya mereka perlu didorong untuk memiliki keterampilan.

Dalam upaya ini pun pemerintah telah memberikan rangsangan di berbagai PKBM dan tempat-tempat penyelenggaraan pendidikan informal dan nonformal agar menyediakan program keterampilan kecakapan hidup. Dari mulai cara membuat kue, hingga bagaimana membuat dan meraparasi kendaraan bermotor. Semua itu tidak lain agar para lulusan sekolah nonformal dan informal ini bisa dan mampu bersaing dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh peluang berwirausaha dan atau jika mereka tidak mampu bekerja maka diharapkan bisa mendapatkan pekerjaan.

Solusi pendek ini sebenarnya cukup berhasil, namun tetap tidak mendongkrak jumlah atau angka untuk meningkatkan jumlah enterprenur di Indonesia. Tetapi meski demikian jumlah wirausaha tingkat bawah semakin naik, semoga saja ke depannya, menuju persaingan global, para pengusaha tingkat bawah ini naik ke tingkat menengah, dan para UMKM ini naik menjadi enterpreneur tingkat tinggi.

Solusi lain adalah dengan berkembangkanya teknologi informatika, ini sangat membantu untuk mensukseskan para wirausawahan. Kenapa tidak, para mahasiswa teknik informatika juga diarahkan untuk ber-enterpreneur. Atau jika di dalam pendidikan non formal, program-program paket dan wirausaha yang dibantu dengan teknologi informatika digabungkan sehingga bisa sinergis antara teknologi dan enterprenur.

Angkatan kerja sudah banyak, namun angkatan wirausaha belum banyak berkembang. Saatnya pemerintah berusaha untuk melahirkan banyak pengusaha-pengusaha kecil dan menengah agar kecenderungan menjadi pegawai ini tidak terlalu besar.

Meskipun demikian saat ini, jumlah tenaga kerja di Indonesia mencapai 90,9 juta orang dan menyumbang 55,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Investasi yang disalurkan dari UMKM mencapai Rp 640,4 triliun atau 52,9 persen dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). UMKM juga menyumbang pada cadangan devisa senilai Rp 183,8 triliun atau 20 persen dari total cadangan devisa

Sekali lagi, menurut catatatan Kompas.com  “Pakar terkemuka mengatakan setiap negara maju memiliki dua persen wirausahawan dari total jumlah penduduknya. Kalau mengacu itu, seakan UMKM bukan wirausaha. Padahal wira usaha itu adalah karakter orang yang selalu ingin mengembangkan nilai tambah dari apapun. Bukan berarti dia itu pengusaha,” Kutip Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa seperti dikutip Kompas.com

Nah, dengan tantangan yang besar ini, maka saatnya lembaga pendidikan bisa memberikan stimulus atau rangsangan agar para peserta didik ini mampu dan berusaha untuk terus belajar menjadi wirausahawan. Dengan begitu, pada tahun-tahun yang akan datang, jumlah wirausaha menengah dan atas akan bisa terdongkrak dengan hadirnya wirausahawan lokal yang konsisten dan semakin banyak.  Sebab antara pebisnis bisa saling terkait dan saling membutuhkan satu sama lain dalam hal penyediaan barang dan jasa. (MK)

Bagaimana menurut anda?

Teori Holland Kepribadian Dasar untuk Wirausaha

Tidak setiap orang cocok untuk satu bidang garapan dalam berwirausaha, tetapi ada banyak yang menjadi kecenderungan  dalam kehidupannya. Seperti belajar, ada anak didik yang suka dengan cara belajar model mendengar dan lainnya. Demikian pula daam berusaha, karenanya, ada sebuah teori psikologi yang disampaikan oleh Ibu Lydia, Dijen PAUDNI yang kebetulan seorang psikolog.

Baca lebih lanjut

Pemerintah akan Tinggalkan PKBM

Pemerintah dalam hal ini, yang terkait dengan urusan Pendidikan masyarakat ada niat tidak  lagi mengurusi eksistensi PKBM  sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Alasanya, selama ini PKBM sebagai basis dari, oleh dan untuk masyarakat selalu didanai oleh  pemerintah.

Baca lebih lanjut

Peran PKBM Memerangi Putus Sekolah

Peran PKBM memerangi angka putus sekolah sangatlah strategis. Sebab PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai jalur pendidikan non formal dan informal diselenggarakan. Paket A/B/C adalah program kesetaraan yang diselenggarakan di bawah naungan PKBM. Ujian kesetaraan yang dilakukan PKBM mampu mengurangi angka putus sekolah.

Baca lebih lanjut

Manfaat Ujian Paket C

Jawaban dari pertanyaan itu jelas manfaat sekali. Karena pelajar yang drop out, membuat orang tuanya sedih, atau karena kondisi yang memungkinkan tidak bisa sekolah, atau bagi yang usianya sudah tua tapi dalam kondisi membutuhkan ijazah setingkat SMA.

Baca lebih lanjut

14 Negara Asia Pasifik Ikuti Seminar Internasional tentang PKBM

PKBM menawarkan beragam layanan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan, pendidikan pemberdayaan perempuan dan pendidikan kecakapan hidup. Semua layanan itu terbentuk dari, oleh dan untuk masyarakat, di bawah jejaring kemitraan dengan berbagai pihak terkait.

Baca lebih lanjut

Lima Pilar Pendidikan

Prof. DR. Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengungkapkan pernyataan Menteri Pendidikan Nasional dalam tayangan video di bawah ini mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan standar pendidikan nasional, diperlukan sedikitnya lima pilar pendidikan nasional: Ketersediaan sarana pendidikan, kemampuan murid/orang tua untuk mendapatkan akses terhadap sarana pendidikan tersebut, mutu pelayanan sarana pendidikan, kesetaraan dalam pendidikan dan keterjaminan 4 pilar sebelumnya dapat berjalan dengan baik.  Tapi sudahkah lima pilar tersebut terpenuhi..?

Baca lebih lanjut

Mendiknas: PT bisa Dituntut Jika Menolak Ijazah Paket C

Menteri Pendidikan Nasional Masa Awal Presiden SBY, Bambang Sudibyo mengatakan, Perguruan tinggi dianggap melanggar hak azasi manusia jika menolak lulusan yang memadai namun ditolak oleh perguruan tinggi. Meski demikian, perguruan tinggi melalui hak otonominya bisa menetapkan kriteria masing-masing.

Baca lebih lanjut