Penerapan E-Learning untuk PLS

Kali ini PKBM Edukasi ingin menulis tentang istilah pembelajaran online yang berkembang selama ini dan bagaimana penerapanya untuk mendukung pendidikan luar sekolah (PLS),.

Pendidikan luar sekolah (PLS)  tidak lain yang dimaksud adalah  pendidikan luar sekolah atau pembelajaran non formal dan informal yang mengambil jalur bukan jalur  sekolah, seperti kursus, kejar paket A, Paket B atau Paket C.  Meskipun di luar jalur sekolah, tetapi diatur oleh satu departemen yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud RI). Makanya ijazahnya disetarakan dengan pendidikan jalur sekolah.

Sebagaimana diketahui oleh publik, bahwa PKBM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki program pendidikan yang sangat bermanfaat untuk melayani masyarakat yang belum tuntas belajarnya. Baik yang tingkat SD, SMP maupun belum tuntas SMA. Dengan mengikuti program Paket A, B dan C mereka bisa mendapatkan hak eligibilitas lulusannya yang setara dengan sekolah formal.

Nah untuk mendukung pembelajaran di sekolah non formal seperti program paket yang diadakan di PKBM, Home Schooling, kelompok belajar atau di manapun, maka alternatif cara belajarnya paling cocok menggunakan gabungan pembelajarn biasa (klasikal) ditambah dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi informatika.

Pembelajaran dengan TIK ini sangat mendukung untuk belajar mandiri sebab di kelas-kelas program paket sangat terbatas waktunya, sementara di kelas pendidikan formal sangat luas cakupan waktunya. Karenanya, agar warga belajar bisa menyaingin murid-murid sekolah formal, maka jangan ragu untuk memanfaatkan semaksimal mungkin sumber belajar yang telah disediakan sangat melimpah di jagat internet ini.

Kepada para tutor kesetaraan juga mestinya memanfaatkan ini dan tidak ketinggalan informasi dengan warga belajar. Sebab dengan dukungan teknologi, warga belajar bisa bebas belajar di mana saja, kapan saja dan matari apapun.

Jenis pembelajaran yang mendukung program kesetaraan :

i-learning  singkatan dari internet learning (pembelajaran berbasis  internet);

e-learning, singakatan dari electronic learning (pembelajaran via alat-alat elektronik) seperti CD tutorial, Radio, TV, Podcast dan lain-lain.

d-learning singkatan dari distance learning (pembalajaran jarak jauh). Antara guru dan murid tidak dibatasi oleh sekat-sekat ruang. Mereka bisa bertemu di dunia maya atau di internet, Radio, Televisi secara real time.

m-learning singkatan dari mobile learning (pembelajaran melalui handphone). Revolusi pembelajaran via handphone ini sangat menguntungkan sebab banyak sekali peserta didik sekarang tidak jauh dari handphone.

Penerapannya

Untuk mendukung program itu, maka yang diperlukan hanya dua hal:

pertama, pasang internet dan jaringan hotspot atau kabel internet

kedua, latihlah para tenaga pendidik dan kependidikan untuk memanfaatkan itu semua;

ketiga, kenalkan program-program gratis dari diknas, dan masyarakat umum yang ada tersedia di internet, atau membuat karya sendiri.

Kontent atau Sumber belajar bisa didapatkan dari berbagai sumber misalnya:

  1. Blog
  2. Ensiklopedia
  3. Wikipedia
  4. e-dukasi.net
  5. rumah belajar
  6. m-edukasi.net
  7. dan lain-lain.

Sumber belajar dan sarana itu semua kini telah berlimpah ruah banyaknya. Tinggal bagaimana kebijakan dan desain pembelajaran di tiap-tiap satuan belajar peserta didik.

Tidaklah sulit untuk memanfaatkan semua itu, karena semua orang kini telah mahir dan familiar dengan penggunaan teknologi nformasi dari mulai penggunaan handphone, internet dan koneksi berbagai perangkat nirkabel lainnya.

Semua itu kembali kepada tutor/guru masing-masing. Meskipun guru bukan segala-galanya dalam kesuksesan belajar, namun semua itu bermula dari guru.

 

M. Kurtubi –  Ketua PKBM Edukasi , Jakarta

 

Iklan

Converter DOC to PDF Online

Kali ini, Pedukasi Jakarta mau berbagi pengalaman menggunakan Conveter DOC to PDF Online yang gratisan. Eh, tapi saya heran, meskipun gratisan, hasilnya cepat, bersih tanpa iklan dan yang penting tanpa menginstall program, alias online langsung. Asik kan?

Jika para pembaca ingin mengubah document dari Ms Word ke PDF, maka Anda butuh Converter DOC to PDF. Bbiasanya membutuhkan converter DOC to PDF yang didownload dalam bentuk software. Kini, tidak perlu men-dowonload lagi, sebab versi gratis online tersedia banyak sekali, salah satunya adalah layanan di bawah ini.

Layanan online gratis Converter DOC to PDF ini sangat menarik sekali sebab selain cepat dan mudah mudah pengubah dokumen word ke PDF and PDF ini bisa berguna untuk meng-convert antara Microsoft Word(.doc/.docx) dan Adobe Acrobat PDF (.pdf) dengan hanya SATU KALI KLIK. Selanjutnya cukup disimpan hasilnya di komputer anda. Hebatnya lagi, tidak ada iklannya di lembaran PDFnya. .

Baca lebih lanjut

Suka Puasa, Tahajud dan Duha, Triana Oktaviani Peroleh UN-Tertinggi

Triana Octavia, Rajin Puasa, Shoalat Malam dan Sholat Duha meraih UN Tertinggi se-Indonesia

Kali ini PKBM Edukasi ingin menceritakan kembali seputar peraih nilai UN tertinggi se-Indonesia dari SMA. Jika Mutiarani peraih nilai tertinggi tingkat SMK, maka Triana Octavia dari tingkat SMA.

Hasil didikan orang tua yang cukup ketat tidak selamanya membuat anak sekolah merasa ditekan. Justru, dengan menanamkan disiplin kepada anak saat belajar dan ibadah, Triana Octavia, siswa kelas XII IPA 5 SMAN 2 Kuningan akan menjadi peraih nilai UN tertinggi se-Indonesia.

Dari hasil ujian nasional tingkat SMA, yang diumumkan pada Sabtu, 25 Juli 2012,  diperoleh  10 besar peraih UN teringgi, dari tingkat SMA dan SMK. Mutiarani mewakili SMK dan Triana Octavia mewakili  nilai tertinggi tingkat SMA. Keduanya dari wanita yang berasal dari keluarga yang hidup sederhana.

Baca lebih lanjut

Mutiarani, Nilai UN-nya Tertinggi se-Indonesia

Mutiarani anak yatim yang nilai UN-nya terbaik se-Indonesia

Kali ini PKBM Edukasi ingin membagi kabar tentang sosok Mutiarani, anak yatim yang berasal dari SMKN 2 Semarang jurusan akuntansi, mendapat nilai tertinggi Ujian Nasional tingkat SMA tahun 2012.

Hebatnya lagi dia ini bukan dari kalangan “he have” loh, tetapi justru dilatar belakangi oleh kondisi keluarga yang hidupnya sederhana. Namun meski begitu, semangat belajar Mutiarani  tidak kalah dengan keluarga yang yang memiliki full fasilitas.

Sosok Mutiarani, pendiam dan hidup bersama tiga saudaranya, ibu dan dua kakaknya. Ibunya bekerja sebagai penjaga rumah orang lain dan rumahnya terletak di di desa Sutak RT6 RW4, Pudak Payung, Semarang. Ayahnya sudah meninggal sejak 2007 karena terserang penyakit gagal ginjal.

Berapa penghasilan keluarganya, sungguh di luar dugaan. Ibunya mendapat bayaran Rp. 600 ribu perbulan. Boro-boro bisa ikut bimbingan tes atau kegiatan ang mendukung studi anaknya.

Meskipun ia tidak sempat ikut les, Mutiarani tidak pernah meninggalkan belajar rutin setiap pukul 19.00 WIB.

“Sampai rumah biasanya pukul 15.00 WIB terus istirahat sebentar setelah itu membantu ibu. Terus pukul 19.00 WIB disempatkan belajar,” kata Mutiarani di sekolahnya, jalan Dr. Cipto, Semarang, Sabtu (26/5/2012).

Dalam hal belajar, Mutiarani seperti anak sekolah lain, yang enjoy dalam belajarnya. Ia tidak pernah jauh dari televisi dan anggota keluarganya tidak pernah melarangnya.

“Kalau belajar tidak pernah jauh dari televisi. Tapi kami sekeluarga percaya kalau adek (Mutiarani) bersungguh-sungguh,” katanya.

Mutiarani suka dengan bola, favoritnya adalah Barcelona. Ia mengaku rela begadang untuk menonton bola setelah belajar, jika Barcelona sebagai tim favoritnya bertanding.

“Tapi waktu ujian kemarin enggak bisa nonton soalnya remote televisi disembunyikan ibu,” ungkapnya sambil tersenyum.

Meski jarak tempuh ke sekolah mencapai 18 KM Mutiarani mengaku tidak pernah terlambat. Ia pergi sejak pukul 05.45 WIB, dan menggunakan angkutan kota.

Bukan Terbaik
Menurut catatan sekolahnya, Mutiarani anaknya pendiam dan tidak terlalu menonjol. Meski demikian menurut Kepala Jurusan Akuntansi SMKN2 Semarang, Sri Sulasmi, Mutiarani itu termasuk murid yang selalu mendapatkan nilai pelajarannya baik.

“Anak yang tadinya diperkirakan mendapatkan prestasi malah kalah oleh Mutiarani. Tidak menyangka karena anaknya pendiam,” katanya.

Berapa nilai Nilai UN Mutiarani sehingga disebut sebagai peringkat terbaik tingkat SMA. Ia mendapat nilai akumulatif bahasa Indonesia 9,5; bahasa Inggris 9,5; Matematika 9,7 dan Kompetensi 9,6.

Padahal kata siswi kelahiran 27 November 1994 itu juga mengaku terkejut dengan hasil ujian yang sangat membanggakan tersebut.

“Tidak menyangka karena saat tryout banyak yang nilainya lebih tinggi,” akunya.

Selamat buat Mutiarani, hidup sederhana dan istiqomah dalam belajar membuat anak ini menghantarkan sekolah dan nama baik keluarganya menuju prestasi yang membanggakan semua pihak.

Dicari Mutiarani-mutiarani lainnya. (MK)

Sumber: detik.com

 

Banyak Lulusn SMA akan Menganggur

Membaca judul di atas, tidak heran dan tidak aneh kalau lulusan SMA itu masih jauh dari kebutuhan diserap tenaga kerja formal apalagi di tingkat kantoran. karenanya, seperti ditulis Kompas, Dinas Pendidikan Prov Banten memperkirakan lebih dari separuh dari 108.000 siswa sekolah menengah atas sederajat, yang dalam waktu dekat diumumkan kelulusannya, akan menganggur.

 

Baca lebih lanjut

Menerapkan Metode CTL untuk Kesetaraan

Kali ini PKBM Edukasi online mau berbagi seputar penerapan metoda mengajar sistem CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk diterapkan pada program kesetaraan. Bagaimana menerapkan metode ini di sekolah kesetaraan dan mengapa memilih metode ini.

Pada dasarnya setiap metode pengajaran itu bagus yang terpenting adalah tercapainya kompetensi siswa / warga belajar guna mengejar mata pelajaran. Sebab mengajar bukanlah menyelesaikan isi buku  pelajaran, tetapi menyelesaikan kompetensi masing-masing warga belajar, sumber belajarnya bisa diperkaya, apakah dari buku, kehidupan sehari-hari, bahkan dari diri si anak itu sendiri.

Baca lebih lanjut

Pelajaran dari Film “The Pursuit of Happyness”

Kreativitas bisa mendatangkan kesempatan dan kesempatan melahirkan peluang yang bisa dijadikan moment terindah dalam kehidupan. Namun itu berawal dari ketiadaan, keterpurukan atau kesusahan. Jika kemudian terus bersabar dalam arti berusaha melawan serangan keterpurukan itu, niscara ia akan bangkit, berlari, dan terus melawan arus ketertinggalan menuju kehidupan yang nantinya akan lebih fresh like from the oven.

Banyak orang yang gagal dan menikmati kegagalannya, dan banyak pula yang gagal kemudian menentang kegagalan itu, dan berusaha mengindarinya dengan mengejar ketertinggalan.

Mungkin kalau di Indonesia sama dengan lagu Ebiet G. Ade, “Mengejar Matahari” 🙂

Pelajaran seperti ini banyak sekali dan salah satunya dari film “The Pursuit of Happyness” (Mengejar kebahagiaan) yang ditulis dalam blog Taufanrahmatillah.

melaluiPelajaran dari Film “The Pursuit of Happyness”.

Warga Belajar Harus Terbiasa dengan Linux

Tingginya angka pembajakan software berlisensi itu sangat tinggi, sementara edukasi dan kesadaran penggunaan software  yang berlisensi terus  menurun dengan banyaknya pembajakan-pembajakan hak cipta. Upaya untuk memberi kampanye kesadaran itu saatnya Warga Belajar di lembaga pendidikan formal dan non formal seperti PKBM saatnya beralih ke program open source.

Kenapa harus pindah ke Open Source Linux?

Pertama, harga software mahal kita bisa berhemat jika dengan Linux yang berlisensi itu sangat mahal, loh. Contoh harga Microsoft Office untuk kelas pelajar harganyanya dipatok sebesar $119.99 (sekitar Rp. 1106726) dan produk Office professionalnya berharga dari $349.99 (sekitar Rp. 3.228.126);  Sedangkan harga sistem operasi windows Ultimate 7 Rp. 2.029.074.  Harga tersebut untuk satu kali install di satu PC. Bandingkan jika harga Open Source Linux itu betul-betul gratis, bebas mendownload dan bebas merubah code sourcenya. Tapi jika malas mendownload, ada toko open source online yang menjual sistem operasi sekelas windows seharga Rp. 10 ribu saja untuk sekedar mengganti ongkos membeli CD. Bahkan di toko yang ini, harga Ubuntu, dipatok hanya Rp. 5000 saja. Murah sekali, bukan?

 Untuk saat ini pengguna OS berbayar masih tersedia banyak sekali CD bajakan, dan pengguna merasa aman-aman saja, karena razia terhadap software berbayar tidak ketat. Kalau saja nanti ada kebijakan lebih ketat lagi, di mana pengguna pribadi harus membeli yang asli, maka mau tidak mau, pengeluaran itu akan terasa beratnya.

Baca lebih lanjut

Daftar Orang Terkaya dari Internet

Internet telah memberikan pencerahan kepada dunia dengan cepat dan sangat massif. Tidak heran kemudian lahir orang-orang kaya dalam usia muda dengan cepat meraup untung trilyunan.

Siapa-siapa sajakah orang yang paling kaya dari penghasilan internet, bagaimana mereka bisa kaya dan produk apakah yang dijual sehingga menjadi trilyuner (bukan milyarder 🙂 ).

Menurut catatan CNN orang terkaya adalah penemu Google, pasangan Larry Page dan Surgey Brin yang memulai meluncurkan Google pada tahun 1994.  Mereka berdua meninggalkan study PhD (S3 Doktoral) dan lebih memilih menjadi trilyuner dalam waktu sekitar 5 tahun saja.

Orang terkaya dan termuda berikutnya adalah Mark Zuckerberg, penemu facebook yang sangat terkenal dan menjadi daftar anggota orang terkaya di internet tahun 2010. Padahal tahun sebelumnya 2009 ia drop out dari fakultas Ekonomi.

Baca lebih lanjut

10 Bahasa Tubuh yang Menguntungkan

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa suatu tindakan sederhana dapat memberi kekuatan, persuasi (membujuk) orang lain,  empati  meningkat, bahkan dapat meningkatkan kinerja kognitif  dan masih banyak lagi …

Baca lebih lanjut

Trik agar Orang Mau Berubah

Persuasi diri: biarkan orang berbicara dari sudut pandang dirinya sendiri terhadap  apa yang menjadi  sudut pandang Anda.

Mengubah pikiran orang itu tidak mudah.

Kebanyakan orang menolak dan tidak mau pikirannya disesuaikan oleh orang lain, terutama bila pesan itu tidak secara langsung dan tdak relevan.  Tapi bagaimana jika Anda bisa membuat orang untuk mengubah pikiran mereka sendiri?

Orang akan lebih memilih mendengarkan diri mereka sendiri dan secara otomatis akan menghasilkan argumen yang memiliki relevansi pribadi untuk mereka. Baca lebih lanjut

Berani Menjadi Wirausahawan

Berani karena benar takut karena salah sangat cocok diterapkan dalam kewirausahaan. Karenaya, dalam pembebelajaran kali ini  materi belajar tentang berani menjadi wirausahawan dimasukkan dalam kurikulum kewirausahan bagi sekolah kesetaraan.Tujuannya setelah materi ini warga belajar mampu mengidentifikasi karakter wirausaha, lalu mengapresiasi sehingga pada gilirannya nanti, diharapkan mampu menjadi wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri dan menerapkan karakter wirausahawan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca lebih lanjut

Web ini Masih dalam Perbaikan

Statue erected to celebrate the inclusion of W...

Statue erected to celebrate the inclusion of West Papua into Indonesia (Photo credit: Wikipedia)

Web blog ini masih dalam tahap rancangan sedikit demi sedikit. Karena memang belum launcing lembaga ini, sebab memang PKBM yang kami rancang pun masih dalam proses pendaftaran untuk mendapatkan legalitas operasional. Jadi selama ini masih sedang merintis namun kegiatan pembelajaran dan kegiatan bimbingan belajar tetap berjalan. Pengelola PKBM Edukasi ini adalah para tutor PKBM Negeri, di Jakarta Selatan, sehingga ujian kesetaraan dilakukan di PKBM Negeri seperti PKBM Negeri 26 Bintaro, PKBM Negeri 27 Petukangan, atau di lokasi yang terdekat dari warga belajar.

Baca lebih lanjut