Aplikasi Membuat SKL

SKL Paket CMembuat Surat keterangan lulus (SKL)  bagi sebagian kita memang mengasikan dengan cara diketik satu persatu di program pengolah kata seperti microsoft word atau sejenisnya. Masalahnya jika peserta didiknya banyak sekali, tentu merepotkan harus copy paste dan mengganti satu persatu. Nah postingan ini unntuk mengatasi bagaimana mengerjakan SKL dalam waktu kurang dari lima menit tapi mampu menangani peserta didik ratusan. Syaratnya, memiliki data kelulusan Ujian Pendidikan Kesetaraan dan Ujian nasional yang nilainya sudah diinput  dalam tabel.

Baca lebih lanjut

Edukasi Jakarta Ikuti Lomba HAI 2015

logo pkbm edukasiAdmin PKBM Edukasi Jakarta dipercaya oleh Jakarta Selatan untuk mewakili lomba Pengelola PKBM dalam rangka Hari Aksara Internasional 2015 di DKI Jakarta. Yang diminta adalah best practise terhadap penyelenggaraan PKBM selama ini dalam rangka menuju kemandirian lembaga.
Alhamdulillah, lembaga kami bisa mandiri sejak awal tahun 2012, tanpa bantuan pemerintah, dengan terus berusaha menjadi lembaga yang bermartabat, kalau belum dikatakan baik. Lembaga non formal ygberusaha melayani peserta didik dengan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para peserta didik.
Lembaga yg bermartabat dalam pengertian ini adalah menyelenggarakan proses pendidikan di Kesetaraan berusaha agar sesuai dengan standar proses dan standar isi permendikbud No. 14/2007dan Permendikbud No. 03/2008, rutin setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tingkat kehadiran peserta didik yang konstan dan terjaga. Lembaga kami terbuka, siapapun boleh monitoring…
Produk PKBM Edukasi Jakarta dalam rangka mengangkat nama baik Pendidikan Kesetaraan di Indonesia cukup banyak yg bisa dibagikan bukan saja kepada peserta didik, lembaga kami, akan tetapi kepada lembaga lain seluruh Indonesia. Misalnya,
3. aplikasi agenda mengajar tutor
5. dan lainnya.
Demua itu bisa di download di sini…

Karena Lembaga kami tidak ingin hanya bermanfaat bagi lembaga sendiri, karena itu upaya memanfaatkan media shosial seperti Facebook dan lainnya berupaya untuk menshare berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan yang benar terhadap proses pendidikan Kesetaraan. Dampaknya bisa terlihat alhamdulillah Edukasi Jakarta terus berkembang dengan jumlah peserta didik naik secara signifikan. Dari awal berdiri tahun 2012 hanya 15 peserta didik, kemudian berkembang pesat hingga tahun pelajaran 2015/2016 mencapai angka 91 peserta didik dari Paket A, Paket B dan Paket C, terdiri dari kelas 1 dan 3 Paket A, B dan C.

Angka itu belum termasuk peserta didik dari kelompok belajar di tempat lain yang bekerja sama dengan lembaga kami baik dalam penyelenggarakan ujian nasional maupun dalam pengadaan tutor untuk di kirim ke kelompok belajar. Bila ditotal mencapai lebih dari 200 peserta didik yang masuk buku induk kami.

Kalau para Juri mengukur kemandirian lembaga adalah bukan itu semua,  maka kami harus belajar lebih banyak lagi kepada PKBM yang bakal menang sebagai juara I di DKI Jakarta.

Dua Peserta Didik Edukasi Jakarta Tembus PTN

Melalui jalur SBMPTN (Seleksi bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Hamda dan Rama diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

Dua peserta didik itu adalah Rama, setelah gagal di pilihan pertama kampus ITB namun bisa diterima di Fakultas teknik jurusan teknik elektro Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Purwokerto Jawa Tengah. Kemudian Hamda, gagal di pilihan pertama UI namun masih  diterima di fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri TIrtayasa, Serang, Banten.

Baca lebih lanjut

Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA)

anipeka-cSetelah sukses menerbitkan aplikasi raport pendidikan kesetaraan, ketua PKBM Edukasi meluncurkan kembali aplikasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan kesetaraan, yaitu Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA) Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan ini merupakan apliasi yang sangat bermanfaat bagi lembaga penyelenggara program Kesetaraan khususnya di wilayah DKI Jakarta, sebab dengan aplikasi ini, bukan mengadminisrasikan nilai semester saja  lebih lanjut dapat menata penilaian ujian pendidikan kesetaraan (UPK). Pengguna hanya memasukan nilai angka saja, selanjutnya, aplikasi yang dibuat mudah di excel ini akan menghitung sendiri berapa nilai rata-rata dan berapa nilai akhir. Selain itu penghitungan berikutnya adalah apakah peserta didik dinyatakan nilainya mendekati kelulusan atau jauh dari lulus, semua itu dapat dengan mudah ditemukan dalam aplikasi ini. Kendala selama ini yang ada di pendidikan kesetaraan adalah masalah administrasi penilaian, maka diharapkan dengan upaya ini, dapat menjawab persoalan yang berlarut-larut di pendidikan kesetaraan. Apliasi ini dapat dipakai oleh siapa saja, bahkan bagi yang baru mengenal komputer sekalipun. Aplikasi yang telah pernah diposting di grup HPTIK-PNF ini berguna untuk mengadministrasikan nilai-nilai pendidikan kesetaraan seperti Paket A, Paket B dan Paket C. Aplikasi ini khusus untuk  program Paket C. Adapun untuk Aplikasi nilai Paket B dan Paket A tengah diupayakan untuk segera dilaunching.

Petunjuk Penggunaan:

Aplikasi ini dipersiapkan sebagai format pendukung / bantuan yang dipergunakan untuk menginput / memasukkan Nilai Raport semester 3 s.d. 5 serta  Nilai Ujian Pendidikan Kesetaraan semua bidang studi pada Paket C yang mana sesuai dengan POS, kedua nilai tersebut (0,7 Nilai DK +0,3 Nilai Ujian PK) menjadi Nilai Pendidikan Kesetaraan.  Dengan program pada outputnya dapat dihasilkan Nilai Pendidikan Kesetaraan (pada sheet Print-Nilai Sekolah) Baca lebih lanjut

Pilih Paket C atau SMA?

JpegJAKARTA – PKBM Edukasi) Sejenak saat  penulis  memasuki ruangan Direktorat Pembinaan SMA (Dit PSMA)   ada yang menarik perhatian saya. Tepatnya di ruang tamu terdapat  brosur Paket C   berdampingan dengan brosur SMA. Timbul pertanyaan, benarkah Direktorat PSMA benar-benar serius menangani mutu pembinaan  Paket C  sebagaimana pembinaan kepada SMA?

Buru-buru penulis mengambilnya  dan  membacanya sambil menunggu proses penyerahan hasil Supervisi program Bansos Paket C yang saya monev kemarin.

Dengan adanya brosur Paket C dan SMA berdampingan saya mencatat point penting bahwa Paket C adalah program layanan pendidikan yang  sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Selain itu saya mencatat beberapa point penting:

Pertama, Jika masyarakat masih menganggap miring dengan Paket C, maka pemerintah justru menegakkan yang miring itu yang hampir jatuh terpuruk harga diri program ini yang sudah dijatuhkan oleh oknum di birokrat maupun di masyarakat.

Direktorat PSMA mengangkat harkat dan martabat program Paket C ini setara, se kufu, selevel, seirama , senafas dan senasib dan sepenanggungan dengan kakak iparnya yaitu Program SMA dan SMK. Paket C adalah sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Kedua, saat para penyelenggara program Paket C berusaha menolak diberesi mutunya, Pemerintah justru membuka kran luas kepada lembaga manapun tidak terbatas pada PKBM swasta atau PKBM Negeri, bahkan Pesantren, LKP, Majelis Ta’llim  dibolehkan melaksanakan program Kesetaraan, sehingga nantinya diharapkan ada peta yang jelas penyelenggara yg ideal atau yg abal-abal, yang tahunan atau yang musiman.

Ketiga, saat masyarakat menganggap Paket C akan diformalkan, pemerintah  justeru mengembalikan jatidiri nonformalnya sesuai aturan nonformal dan melarang diformalkan.

Keempat, Direktorat lain seperti  P2TK  yang menangani para  pendidik SMA/SMK/SLB  pun mulai memberikan penghargaan  kepada Pendidik Nonformal (Tutor), meski para tutor tidak diberikan tunjangan, hal ini dapat dimenegerti karena regulasi tentang itu hanya ada pada guru di pendidikan formal. Namun satu kemajuan adalah mereka memberikan penghargaan setara dalam bentuk lain,  misalnya dalam event nasional, semisal lomba guru, pengawas, dan kepala sekolah berprestasi, tutor kesetaraanpun diikutsertakan tanpa membedakan dengan ptk formal. Penghargaan lainnya, mengikutsertakan dalam bimtek nasional untuk para tutor pilihan setiap tahun.

Jika kemudian ada isu bahwa Pendidikan Kesetaraan ingin ditarik kembali kepada Direktorat Dikmas sebagai yang pernah melahirkan, apa kira-kira alasanya,  apakah karena  dulu belum sempat membangun dan membina Paket C dengan pembinaan yang intensif, sehingga sejak kelhiran dua Peraturan Menteri untuk Nonformal yaitu Permendikbud no.14/2007 dan Permendikbud no.3/2008   tahun 2007 baru berjalan pembinaan belum genap 3 tahun oleh Direktorat  Pembinaan SMA. Jadi selama permen tentang Paket C lahir, pembiaran terhadap pelaksanaan Paket C  upers kini dampaknya masih terasa sekarang.

Dengan niat baik pemerintah ingin meningkatkan mutu Paket C agar lulusannya setara dengan SMA, maka kepada masyarakat dapat menggunakan kesempatan memasuki Paket C yang kini tengah ditangani oleh Direktorat ini dengan lebih intensif.

Silakan download Brosur Paket C, dari Direktorat Pembinaan SMA. halaman muka  , halaman belakang

Ijazah Paket C

Apakah perbedaan antara ijazah paket C dengan SMA?

Pertanyaan ini kerapkali muncul pada peserta didik dan atau masyarakat yang ingin mengetahui. Yang dikedepankan selama ini ijazah paket C dengan SMA tidaklah ada perbedaannya. Ijazah Paket C memiliki hak eligibilitas yang sama dengan lulusan SMA.

Dengan adanya hak tersebut, maka lulusan paket C yang telah mendapatkan ijazah berhak untuk melanjutkan belajar di perguruan tinggi negeri atau swasta. Selain itu, bisa untuk kenaikan pangkat dan golongan bagai pegawai negeri.

Demikianlah kelebihan yang ada pada lulusan Paket C tidak ada perbedaan berarti di sana, cenderung sama dan memiliki hak eligibilitas yang setara.

Kembali kepada pertanyaan di awal tulisan, di manakah letak perbedaanya antara ijazah paket C dengan SMA/SMK/Madrasah Aliyah?

Hanya ada satu perbedaan mencolok dari kedua jenis ijazah setingkat SLTA ini, Jika SMA/SMK/MA ditandatangani oleh kepala sekolah, maka ijazah paket C ditandatangani oleh kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten.

Demikian, penjelasan dari kami, semoga tidak ada lagi perlakuan diskrimansi terhadap lulusan Paket C.

Penerapan E-Learning untuk PLS

Kali ini PKBM Edukasi ingin menulis tentang istilah pembelajaran online yang berkembang selama ini dan bagaimana penerapanya untuk mendukung pendidikan luar sekolah (PLS),.

Pendidikan luar sekolah (PLS)  tidak lain yang dimaksud adalah  pendidikan luar sekolah atau pembelajaran non formal dan informal yang mengambil jalur bukan jalur  sekolah, seperti kursus, kejar paket A, Paket B atau Paket C.  Meskipun di luar jalur sekolah, tetapi diatur oleh satu departemen yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud RI). Makanya ijazahnya disetarakan dengan pendidikan jalur sekolah.

Sebagaimana diketahui oleh publik, bahwa PKBM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki program pendidikan yang sangat bermanfaat untuk melayani masyarakat yang belum tuntas belajarnya. Baik yang tingkat SD, SMP maupun belum tuntas SMA. Dengan mengikuti program Paket A, B dan C mereka bisa mendapatkan hak eligibilitas lulusannya yang setara dengan sekolah formal.

Nah untuk mendukung pembelajaran di sekolah non formal seperti program paket yang diadakan di PKBM, Home Schooling, kelompok belajar atau di manapun, maka alternatif cara belajarnya paling cocok menggunakan gabungan pembelajarn biasa (klasikal) ditambah dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi informatika.

Pembelajaran dengan TIK ini sangat mendukung untuk belajar mandiri sebab di kelas-kelas program paket sangat terbatas waktunya, sementara di kelas pendidikan formal sangat luas cakupan waktunya. Karenanya, agar warga belajar bisa menyaingin murid-murid sekolah formal, maka jangan ragu untuk memanfaatkan semaksimal mungkin sumber belajar yang telah disediakan sangat melimpah di jagat internet ini.

Kepada para tutor kesetaraan juga mestinya memanfaatkan ini dan tidak ketinggalan informasi dengan warga belajar. Sebab dengan dukungan teknologi, warga belajar bisa bebas belajar di mana saja, kapan saja dan matari apapun.

Jenis pembelajaran yang mendukung program kesetaraan :

i-learning  singkatan dari internet learning (pembelajaran berbasis  internet);

e-learning, singakatan dari electronic learning (pembelajaran via alat-alat elektronik) seperti CD tutorial, Radio, TV, Podcast dan lain-lain.

d-learning singkatan dari distance learning (pembalajaran jarak jauh). Antara guru dan murid tidak dibatasi oleh sekat-sekat ruang. Mereka bisa bertemu di dunia maya atau di internet, Radio, Televisi secara real time.

m-learning singkatan dari mobile learning (pembelajaran melalui handphone). Revolusi pembelajaran via handphone ini sangat menguntungkan sebab banyak sekali peserta didik sekarang tidak jauh dari handphone.

Penerapannya

Untuk mendukung program itu, maka yang diperlukan hanya dua hal:

pertama, pasang internet dan jaringan hotspot atau kabel internet

kedua, latihlah para tenaga pendidik dan kependidikan untuk memanfaatkan itu semua;

ketiga, kenalkan program-program gratis dari diknas, dan masyarakat umum yang ada tersedia di internet, atau membuat karya sendiri.

Kontent atau Sumber belajar bisa didapatkan dari berbagai sumber misalnya:

  1. Blog
  2. Ensiklopedia
  3. Wikipedia
  4. e-dukasi.net
  5. rumah belajar
  6. m-edukasi.net
  7. dan lain-lain.

Sumber belajar dan sarana itu semua kini telah berlimpah ruah banyaknya. Tinggal bagaimana kebijakan dan desain pembelajaran di tiap-tiap satuan belajar peserta didik.

Tidaklah sulit untuk memanfaatkan semua itu, karena semua orang kini telah mahir dan familiar dengan penggunaan teknologi nformasi dari mulai penggunaan handphone, internet dan koneksi berbagai perangkat nirkabel lainnya.

Semua itu kembali kepada tutor/guru masing-masing. Meskipun guru bukan segala-galanya dalam kesuksesan belajar, namun semua itu bermula dari guru.

 

M. Kurtubi –  Ketua PKBM Edukasi , Jakarta

 

Tidak Lulus SMA Ikuti Paket C

GambarPada tanggal 15-18 April 2013 adalah “pertempuran” habis-habisan siswa SMA  menundukkan soal-soal ujian nasional (UN) hasil dari belajar tiga tahun. Nilai kelulusan naik menjadi 99,86 persen sehingga hanya 76 siswa yg gagal UN dari 125 ribu pelajar DKI. Bagi mereka yang tidak lulus, bisa mengikuti ujian paket C. 

Ujian Paket C sendiri merupakan “hajatan” nasional dari Kemdikbud RI bersamaan dengan ujian Nasional sekolah SMA formal. Sehingga kedudukan warga belajar Paket C dan siswa sekolah SMA sama-sama memiliki hak untuk diakui secara hukum. 

Perbedaan apakah yang mendasari SMA dan Paket C?
Hampir sulit menemukan perbedaan antara lulusan paket C dengan SMA. Sebab antara keduanya memiliki ijazah yang disyahkan oleh dinas pendidikan di masing-masing wilayah. Hanya saja di ijazah tertulis jika lulusan SMA sedangkan warga belajar ditulis lulusan program Paket C.  

Dari sisi kesulitan soal-soal yang ditest, hampir sama tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penguasaan materi ujian. Hal ini dikarenakan materi soal SMA dan Paket C berasal dari kurikulum yang sama, dan buku-buku yang sama pula. Namun sedikit perbedaanya, pada pelajaran bahasa Inggris, bila di SMA ada listening sementara untuk Paket C tidak ada. Namun bobot materinya hampir sama. 

Kelebihan Paket C dbanding SMA

Dari urian di atas, terdapat nilai-nilai yang setara  antara SMA dan Paket C, dan tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya. Di sisi lain pendidikan di kejar paket C  lebih unggul dibanding sekolah SMA. Terutama dalam hal kelola waktu belajarnya. 

Jika di SMA menggunakan pola full day learning, di Paket C justru menggunakan pola long life learning. Usia dan umur tidak menjadi kendala belajar di Paket C begitupula  waktu belajar disetting dengan disesuaikan dengan waktu belajarnya. Dari sisi ini, waga paket C bisa diikuti oleh mereka yang usianya sudah over limit sedangkan siswa SMA dibatasi usianya. 

Selain usia yang dibatasi, waktu belajar bagi warga belajar Paket C tidak setiap hari, mereka cukup melakukan tatap muka minimal 20% kehadiran selebihnya adalah tugas mandiri dan tutorial. Namun meskipun hanya 20% kehadiran, mereka ditantang untuk terus menggeluti dan menyelesaikan kompetensi yang ditetapkan satuan pendidikan. 

Pola belajar yang diterapkan pada warga belajar paket C mirip dengan pola belajar di perkuliahan. Ujian mandiri, ujian lisan, dialog non formal dan itneraksi antara tutor dan warga belajar dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja sesuai dengan masing-masing tutor menyepakatinya.

Selain hal tersebut, bagaimana dengan biaya pelaksanaan program paket C? 
Khusus di PKBM Edukasi Jakarta, tidak membebani terlalu berat, kami hanya menetapkan Rp. 50 ribu per bulan untuk SPP.  

Dengan adanya kelebihan-kelebihan tersebut, maka segeralah bagi anda yang belum lulus tingkat SMA namun umur sudah tidak memungkinkan, ikutilah program Paket C dari PKBM Edukasi Jakarta. Kami siap melayani pendidikan kesetaraan dan program keterampilan. 

 

Pelatihan Tutor Paket C dan Paket B

Paket C PKBM Edukasi

Guna meningkatkan mutu pendidikan di tingkat Pendidikan Kesetaraan seperti Paket B dan Paket C, maka upaya pelatihan Tutor merupakan program yang sangat penting.

Pelatihan Tutor Paket C dan Paket B belangsung 29-30 April 2013 bertempat Aula Dr. Nurcholish Madjid, Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat. Acara ini dihadiri hampir semua tutor PKBM se Jakarta Selatan, SKB dan para penilik Dikmen.

Acara yang menarik ini disinggung tentang perkenalan terhadap kurikulum 2013 yang akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. Meski pembahasan tentang kurikulum 2013 ini tidak lengkiap namun hanya sekedar pengenalan saja. Adapun secara resmi belum ada penyuluhan seputar pengenalan kurikulum 2013 untuk para tutor di wilayah PNFI Jakarta Selatan.

Acara ini bakal membahas tentang pelatihan bagaimana memanaj pembelajaran Paket B dan Paket C. Karenanya para tutor akan melakukan praktek mengajar dan tutorial kepada murid-murid atau warga belajar. Akan tetapi yang menjadi murid adalah rekan-rekan dari para tutor dari masing-masing mata pelajaran.

Diharapkan dari pelatihan ini, akan memberikan pencerahan dan pelaksanaan porogram paket di wilayah Jakarta Selatan lebih profesional dan dapat diandalkan.

Pengumuman UN 2013 Paket C

GambarKapankah pengumuman Ujian Nasional 2013 dikeluarkan. Sebaiknya kita tanyakan saja kepada menteri yang bertanggung jawab. Kapankah kelulusan UN Paket C, Paket B dan Paket A,

Menurut Mendikbud Mohammad Nuh, memastikan bahwa pengumuman Peserta UN SMA sederajatakan sesuai jadwal, meskipun kemarin banyak kisruh keterlambatan, tidak akan bergeser waktunya. Wah sip deh..

Lalu kenapa tidak begitu selesai ujian besoknya pengumuman, padahal peralatan yang dimiliki direktorat pendidikan kita ini cukup canggih misalnya menggunakan alat deteksi jawaban yang cepat dan praktis dan bisa terhubung secara publik lewat website.

Untuk alasan kenapa tidak segera diumumkan itu, katanya atas pertimbangan harus menyesuaikan dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai badan penyelenggara Ujian Nasional, pengumuman kelulusan peserta UN SMA sederajat bakal diumukan pada 24 Mei 2013. Adapun untuk kelulusan peserta UN SMP/MTs/SMPLB, dan Paket B 1 Juni 2012.

UN Masih diperlukan
Porsi nilai yang harus ditanggung peserta didik adalah 60%, menurut M Nuh, nilai UN sebagai integrasi vertikal dari jenjang menengah atas ke perguruan tinggi.

Ditegaskan oleh Djoko Santoso bahwa untuk tahun pelajaran 2013 bahwa nilai UN menjadi syarat yang diperlukan bagi calon penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Karenanya, porsi 60 persen nilai UN ini dipakai untuk integrasi vertikal antara jenjang pendidikan menengah atas (Paket C) ke perguruan tinggi karenanya harus ada. (MK)

Pengumuman UN SMA/Paket C = 24 Mei 2013
Pengumuman UN SMP/Paket B = 1 Juni 2013

Pengumuman UN SD/Paket A =  8 Juni 2013

Sumber gambar : Kompas.com

 

Trik Menundukkan Soal UN Paket C

ujian paket CUjian Nasional Program Paket C 2013 bersamaan dengan  SLTA  sebentar lagi digelar,  belajar materi tidaklah cukup mampu untuk menundukkan soal-soal UN, tapi perlu cara jitu yaitu latihan soal-soal berulang-ulang.

Pemerhati pendidikan, Saufi Sauniwati, mengatakan, belajar dengan menghafal materi saja tidak cukup ampuh untuk menaklukkan soal UN yang nanti diujikan. Untuk itu, warga belajar/siswa  sebaiknya sering berlatih soal sesuai kisi-kisi UN yang ada sehingga memudahkan saat menjawab soal pada ujian sebenarnya.

“Banyak medianya, bisa lewat buku kumpulan latihan soal atau lewat portal yang menawarkan latihan soal UN atau dari bimbel juga bisa,” kata Saufi.

“Yang terpenting, pilih buku kumpulan soal atau portal yang sesuai kisi-kisi UN resmi dan bisa digunakan untuk mengukur kemampuan dari jawaban soal yang ada,” imbuhnya.

Seperti ditulis di Kompas, Ia menjelaskan bahwa banyaknya melakukan latihan soal jelang ujian itu terbukti mampu meningkatkan jembatan memori dalam otak. Yang artinya, makin sering seorang siswa berlatih soal UN, maka ingatan tentang soal UN dan bagaimana menjawabnya, juga bagaimana menganalisis kesalahannya akan terbentuk.

Tidak hanya itu, latihan soal ini juga bermanfaat bagi para guru. Pasalnya, guru dapat memetakan nilai siswa dan fokus pada siswa yang masih tertinggal.

Seperti dikutip Kompas, latihan soal ini juga bisa dipergunakan untuk memprediksi angka kelulusan sebuah sekolah, mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM), membuat strategi pembelajaran baru bagi siswa, serta dapat digunakan orangtua untuk memprediksi kemampuan anak. (MK)

Sumber Kompas.

 

 

Evaluasi UN 2013

GambarHari Jum’at kemarin (27/4), berlangung rapat kerja komisi X DPR dengan menteri Pendidikan. Rapat yang memakan waktu 10 jam (14.30 s/d 00.30) itu apa saja hasilnya?

Untuk UN tahun 2014 ke depan, Komisi X DPR membentuk Panitia Kerja Evaluasi Pelaksanaan UN 2013.

Berikut ini adalah kesimpulan akhir dari rapat kerja khusus tentang Ujian Nasional (UN).

I. Sikap DPR dan Kemdikbud

1. Menyesalkan adanya pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat tahun 2013 yang tidak dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah sehingga berpotensi melahirkan ketidakadilan dan memberikan dampak psikologis terhadap peserta ujian dan implikasi anggaran.

2. Hasil UN SMA dan sederajat tahun 2013 yang akan dijadikan sebagai syarat kelulusan dan persyaratan masuk PTN perlu dipertimbangkan kembali dengan kajian mendalam.

Terhadap poin kedua tersebut, F-PKS dan F-PPP memberi catatan. PKS berpendapat bahwa hasil UN SMA dan sederajat tahun 2013 tidak dapat dijadikan syarat kelulusan dan persyaratan masuk PTN. Sementara F-PPP berpendapat masih memerlukan waktu untuk mengambil keputusan karena UN tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

II. Komisi X DPR RI mendesak Mendikbud RI untuk:

1. Melakukan evaluasi secara menyeluruh dan mengambil langkah tegas terhadap pengambil kebijakan, pelaksana, dan pengawasan pengadaan dan distribusi naskah UN 2013.

2. Segera menyelesaikan investigasi proses pelaksanaan pengadaan naskah UN tahun 2013 dan menyerahkan hasil investigasi tersebut secara resmi kepada Komisi X.

3. Menyampaikan laporan pelaksanaan dan evaluasi UN tahun 2013 setiap jenjang pendidikan secara komprehensif, paling lambat satu bulan setelah seluruh pelaksanaan UN tahun 2013 selesai.

III. F-PKS meminta ada audit investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan III. Komisi X mendesak Mendikbud untuk meninjau kembali Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, utamanya terkait dengan tugas, wewenang, dan peran Badan Standar Nasional Pendidikan dalam menyelenggarakan UN.

IV. Dalam rangka pengawasan, evaluasi pelaksanaan UN tahun 2013, dan landasan pengambilan kebijakan UN tahun 2014, Komisi X dan Kemdikbud sepakat membentuk Panitia Kerja Evaluasi Pelaksanaan UN Tahun 2013.

Sumber: Kompas.com

 

Kisi-Kisi UNPK Paket C

Pembaca sekalian, kali ini PKBM Edukasi ingin berbagi kisi-kisi Ujian Nasional Paket C. Ujian Nasional Program Kesetaraan (UNPK) ini akan dilaksanakan pada April 2012. Rencananya berbarengan dengan sekolah formal. Pagi hari murid SMA sore harinya siswa kejar Paket C.

Berikut adalah kisi-kisi  UNPK Paket C yang digunakan sebagai patokan untuk membuat soal-soal bagi BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Namun Dilihat dari Kisi-kisi tersebut maka sama saja dengan patokan kurikulum yang digunakan untuk Paket C.

Silakan di Download, atau baca onilne Kisi-kisi Ujian Nasional 2013. Adapun POS nya belum ada, sebagaimana POS UNPK tahun 2011-2012   maka untuk tahun ini masih belum ada.

dan berikut adalah Kisi-kisi Paket A/B/C yang bisa didownload.

Lulusan Paket C diterima di Kampus UI

UI Apabila di kampus tertentu ada yang tidak menerima lulusan Kejar Paket C, maka di Kampus Universitas Indonesia justru menerima calon mahasiswa   lulusan Kejar Paket C. Bahkan bukan saja untuk kuliah strata 1 jurusan tertentu, bahkan diterima untuk jurusan program Internasional.

Program internasional adalah program yang dikhususkan bagi kalangan lulusan luar negeri atau dalam negeri di mana dalam perkuliahannya menggunakan bahasa pengantar Inggris atau dwibahasa.
Mengapa lulusan Paket C diterima oleh kampus bergengsi ini, dan bagaimana bisa disamakan dengan lulusan SMA pada umumnya?
Bagi kalangan yang mengerti tentang sistem pendidikan di Indonesia, tidak ada beda antara Paket C dengan SMA dari sisi legalitas lulusannya. Adapun mengenai kualitas tentu saja berbeda untuk masing-masing pelajar. Boleh jadi, lulusan SMA lebih unggul dari Paket C  dengan sebaba salah satunya, siswa umum lebih banyak belajar ketimbang paket C. Namun hal sebaliknya bisa terjadi, di mana lulusan Paket C lebih unggul dengan sebab misalnya, warga belajar (siswa) paket C lebih banyak belajar mandiri dan tekun belajar ketimbang siswa sekolah formal.
ui2Dengan adanya peluang masuk kampus yang cukup bergengsi tersebut, hal ini merupakan tantangan yang besar sekaligus peluang yang  terbuka cukup luas. Memberikan kepercayaan kepada para pengelola Kejar Paket C. Dengan begitu,  Tinggal pertanyaannya adalah apakah lulusan Paket C mampu memasuki kampus UI?
Alangkah baiknya, kunjungi saja linknya.