Pendidikan Kesetaraan

Latar Belakang

Abad ini telah memasuki  era ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi. Kemjuan informasi, komunikasi dan teknologi menciptakan arus globalisasi yang semakin merambah dunia. Di era berbasis pengetahuan dan tekonologi ini, maka kemampuan intelektual, sosial, pengetahuan dan kecakapan hidup, serta krediblittas suatu bangsa merupakan modal utama bagi kesejahteraan dan kemajuan suatu bangsa.

Kemampuan bersaing dan beradaptasi, serta penguasaan pengetahuan dan teknologi, menjadi makin penting guna berthan pada pasar besar abad pengetahuan ini. Karenanya, diperlukan masyarakat yang mampu belajar sepajang hayat, sehinggatidak seorangpun yang terbaikan dalam memperoleh pengetahuan dan kecakapan hidupunya.

Undang-undang No. 20/2003 tentnag SIstem Pendidikan Nasional, pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penenkanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Dan Penghargaan terhadap pendidikan non formal ini dihargai setara dengan pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk pemerintah yang mengacu pada standar nasional pendidikan.

Landasan Huum

  1. UUD 1945 dan perubahannya.
  2. TAP MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN
  3. UU no. 20 tahun 2003 tentang SIstem Pendidikan Nasional
  4. UU No 22 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Propinsi sebagai Daerah Otonom.
  5. PP Nomor 73 tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Sekolah.
  6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0131/1991 tentang Paket A dan Paket B.

Jenis-jenis Pendidikan Kesetaraan

  1. Program Paket A setara SD
  2. Program Paket B setara SMP
  3. Program Paket C setara SMA

Ketiganya merupakan bagian dari pendidikan non formal yang ditujukan bagi peserta didik yang berasal dari masyarakat yang kurang beruntung, tidak pernah sekolah, putus sekolah dan putus lanjut,  serta usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidupnya. Juga untuk  warga masyarakat lain yang memerlukan layanan khusus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai dampak dari perubahan peningkatan taraf hidup,  ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fungsi dan Tujuan 

Fungsinya untuk mengembangkan potensi pserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan akademik dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Adapun tujuannya adalah sebabagai berikut:

  • menjamin penyelesaian pendidikan dasar yang bermutu bagi anak yang kurang beruntung (putus sekolah, putus lanjut, tidak pernah sekolah), khususnya perempuan, minoritis etnik, dan anak yang bermukim di desa terbelakang, miskin, terpencinl atau sulit dicapai karena letak geografis dan atau keterbatasan transportasi,
  • Menjamin pemenuhan kebutuhan belajar bagi semua manusia muda dan orang dewasa melalui akses yang adil pada program-program belajar dan kecakapan hidup,
  • menghaps ketidakadilan gender dalam pendidikan dasar dan menengah, dan
  • melayani peserta didik yang memeerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk meningkatkan mutu kehidupannya.

8 thoughts on “Pendidikan Kesetaraan

  1. program pendidkan paket a,b & c membuat anak2 jaman skr menjadi malas sekolah krn tdk sekolah bisa dpt ijazah dan yg sekolah jadi cape krn bertahun2 sekolah baru dapat ijazah

    Suka

    • yupe benar bahwa yg ttidak sekolah bisa mendapat ijazah memang benar.. prinsip di Sekolah Kesetaraan adalah yg belajar yg mendapatkan ijazah. yg malas belajar sulit mendapatkan ijazah karena begitu ujian tidak lulus berkali-kali.

      lagi pula program kesetaraan SD/SMP/SMA ini adalah untuk yg drop out dari sekolah, buangan sisa dari sekolah formal karena sulit diurus. Karena sekolah maunya mengurusi pesdik yg lurus2 yg pinter2 yg mudah diatur. melanggar sedikit dikeluarkan. maka itulah bagian kami.

      Suka

    • maaf ya jangan salah,yg mengikuti pendidikan di jalur program paket a,b dan c adalah bukan anak yang dalam usia sekolah tetapi untuk yng di luar usia sekolah dan tidak mailiki kesempatan untuk bersekolah dahulunya pada usia sekolah. jadi jngn beranggapan bahwa bersekolah di program paket a,b dan c bisa dngn mudah mendapatkan ijazah,justru sekarang program paket a,b dan c di sejajarkan dengan sekolah Formal tetapi warga belajarnya tetap di luar usia sekolah dan belajarnyapun sama waktu yg di tempuh cuma hanya waktum hari belajr saja yg di persingkat menjadi 3 hari dan materi yg di dapat jg sama dngn yang di sekolah formal. Mungkin yg anda maksud hanya oknun yang mempergunakan celah untuk mencari untuk dengan tidak belajar yg susah dan lama tertapi cepat ikut ujian dan dapat ijazah.hati hati anda mengeluarkan pendapat, kami para penyelenggara dan tutor sangat tdk setuju dengan anggapan saudara tentang hali ini,karena kami sangant membidangi hali ini dan berada dilingkungan masyarahat yang demikian.

      Suka

  2. Bagaimana dengan anak usia sekolah yang tidak menjalani pendidikan formal di sekolah?. Dengan kata lain mendapat edukasi dari keluarga, khususnya orang tua (home school)

    Ijasah paket ini akan sama dapat diberikan kepada para pelaku home schooling?.

    Terus terang saya lebih tertarik menjalani home school ini, hanya ijasah yang baku wajib punya yang sejalur jika menjalani pendidikan formal di sekolah, jadi saya tarik ulur nia
    t untuk menjalani home school.

    Mohon responnya. Terima kasih.

    Suka

    • Pelaku homeschooling bisa memiliki ijazah paket dengan syarat hanya didaftarkan pada awal program homeschoolingnya. pendidikan silakan bisa dimanaj di rumah masing2 nanti evaluasi dan pelaporannya bisa diadministrasi oleh lembaga. HIngga pada akhirnya, peserta HS sudah menjalani proses 122 SKK dan syarat lain dipenuhi, maka tinggal ikut ujian nasional.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s