Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA)

anipeka-cSetelah sukses menerbitkan aplikasi raport pendidikan kesetaraan, ketua PKBM Edukasi meluncurkan kembali aplikasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan kesetaraan, yaitu Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA) Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan ini merupakan apliasi yang sangat bermanfaat bagi lembaga penyelenggara program Kesetaraan khususnya di wilayah DKI Jakarta, sebab dengan aplikasi ini, bukan mengadminisrasikan nilai semester saja  lebih lanjut dapat menata penilaian ujian pendidikan kesetaraan (UPK). Pengguna hanya memasukan nilai angka saja, selanjutnya, aplikasi yang dibuat mudah di excel ini akan menghitung sendiri berapa nilai rata-rata dan berapa nilai akhir. Selain itu penghitungan berikutnya adalah apakah peserta didik dinyatakan nilainya mendekati kelulusan atau jauh dari lulus, semua itu dapat dengan mudah ditemukan dalam aplikasi ini. Kendala selama ini yang ada di pendidikan kesetaraan adalah masalah administrasi penilaian, maka diharapkan dengan upaya ini, dapat menjawab persoalan yang berlarut-larut di pendidikan kesetaraan. Apliasi ini dapat dipakai oleh siapa saja, bahkan bagi yang baru mengenal komputer sekalipun. Aplikasi yang telah pernah diposting di grup HPTIK-PNF ini berguna untuk mengadministrasikan nilai-nilai pendidikan kesetaraan seperti Paket A, Paket B dan Paket C. Aplikasi ini khusus untuk  program Paket C. Adapun untuk Aplikasi nilai Paket B dan Paket A tengah diupayakan untuk segera dilaunching.

Petunjuk Penggunaan:

Aplikasi ini dipersiapkan sebagai format pendukung / bantuan yang dipergunakan untuk menginput / memasukkan Nilai Raport semester 3 s.d. 5 serta  Nilai Ujian Pendidikan Kesetaraan semua bidang studi pada Paket C yang mana sesuai dengan POS, kedua nilai tersebut (0,7 Nilai DK +0,3 Nilai Ujian PK) menjadi Nilai Pendidikan Kesetaraan.  Dengan program pada outputnya dapat dihasilkan Nilai Pendidikan Kesetaraan (pada sheet Print-Nilai Sekolah) Baca lebih lanjut

Penerapan E-Learning untuk PLS

Kali ini PKBM Edukasi ingin menulis tentang istilah pembelajaran online yang berkembang selama ini dan bagaimana penerapanya untuk mendukung pendidikan luar sekolah (PLS),.

Pendidikan luar sekolah (PLS)  tidak lain yang dimaksud adalah  pendidikan luar sekolah atau pembelajaran non formal dan informal yang mengambil jalur bukan jalur  sekolah, seperti kursus, kejar paket A, Paket B atau Paket C.  Meskipun di luar jalur sekolah, tetapi diatur oleh satu departemen yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud RI). Makanya ijazahnya disetarakan dengan pendidikan jalur sekolah.

Sebagaimana diketahui oleh publik, bahwa PKBM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki program pendidikan yang sangat bermanfaat untuk melayani masyarakat yang belum tuntas belajarnya. Baik yang tingkat SD, SMP maupun belum tuntas SMA. Dengan mengikuti program Paket A, B dan C mereka bisa mendapatkan hak eligibilitas lulusannya yang setara dengan sekolah formal.

Nah untuk mendukung pembelajaran di sekolah non formal seperti program paket yang diadakan di PKBM, Home Schooling, kelompok belajar atau di manapun, maka alternatif cara belajarnya paling cocok menggunakan gabungan pembelajarn biasa (klasikal) ditambah dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi informatika.

Pembelajaran dengan TIK ini sangat mendukung untuk belajar mandiri sebab di kelas-kelas program paket sangat terbatas waktunya, sementara di kelas pendidikan formal sangat luas cakupan waktunya. Karenanya, agar warga belajar bisa menyaingin murid-murid sekolah formal, maka jangan ragu untuk memanfaatkan semaksimal mungkin sumber belajar yang telah disediakan sangat melimpah di jagat internet ini.

Kepada para tutor kesetaraan juga mestinya memanfaatkan ini dan tidak ketinggalan informasi dengan warga belajar. Sebab dengan dukungan teknologi, warga belajar bisa bebas belajar di mana saja, kapan saja dan matari apapun.

Jenis pembelajaran yang mendukung program kesetaraan :

i-learning  singkatan dari internet learning (pembelajaran berbasis  internet);

e-learning, singakatan dari electronic learning (pembelajaran via alat-alat elektronik) seperti CD tutorial, Radio, TV, Podcast dan lain-lain.

d-learning singkatan dari distance learning (pembalajaran jarak jauh). Antara guru dan murid tidak dibatasi oleh sekat-sekat ruang. Mereka bisa bertemu di dunia maya atau di internet, Radio, Televisi secara real time.

m-learning singkatan dari mobile learning (pembelajaran melalui handphone). Revolusi pembelajaran via handphone ini sangat menguntungkan sebab banyak sekali peserta didik sekarang tidak jauh dari handphone.

Penerapannya

Untuk mendukung program itu, maka yang diperlukan hanya dua hal:

pertama, pasang internet dan jaringan hotspot atau kabel internet

kedua, latihlah para tenaga pendidik dan kependidikan untuk memanfaatkan itu semua;

ketiga, kenalkan program-program gratis dari diknas, dan masyarakat umum yang ada tersedia di internet, atau membuat karya sendiri.

Kontent atau Sumber belajar bisa didapatkan dari berbagai sumber misalnya:

  1. Blog
  2. Ensiklopedia
  3. Wikipedia
  4. e-dukasi.net
  5. rumah belajar
  6. m-edukasi.net
  7. dan lain-lain.

Sumber belajar dan sarana itu semua kini telah berlimpah ruah banyaknya. Tinggal bagaimana kebijakan dan desain pembelajaran di tiap-tiap satuan belajar peserta didik.

Tidaklah sulit untuk memanfaatkan semua itu, karena semua orang kini telah mahir dan familiar dengan penggunaan teknologi nformasi dari mulai penggunaan handphone, internet dan koneksi berbagai perangkat nirkabel lainnya.

Semua itu kembali kepada tutor/guru masing-masing. Meskipun guru bukan segala-galanya dalam kesuksesan belajar, namun semua itu bermula dari guru.

 

M. Kurtubi –  Ketua PKBM Edukasi , Jakarta

 

Belajar Bahasa Inggris Online Lebih Cepat

Sahabatku sekalian,  saya baru saja mengunjungi blog di sini, lalu ada lagi yang sama di sini. Ada banner belajar bahasa Inggris yang praktis,ekonomis dan sedikit berkumis :D Maksud saya, harganya itu loh sangat-sangat murah cuma Rp. 150 ribu, untuk yang Full Conversation by Phone dengan toturnya langsung, Mr. Handoko, begitu yang saya baca dari pagenya.

Kenapa saya katakan sangat-sangat murah dan bekualitas. Karena beberapa alasan:

  1. Full Conversation learning by phone sering saya temui iklan di kompas harganya jutaan, ini hanya 150 ribu saja. Sepertinya nekad Mr. Handoko ini. :)
  2. Harga 150 ribu itu diklaim sebagai biaya hingga tamat, artinya sampai benar-benar cas cis cus by English.
  3. Para peserta disediakan halaman khusus informasi tempat untuk mendownload materi dan audionya.
  4. Keanggotaan bersifat selamanya, maksudnya selama menjadi anggota E-Compusoft Online Learning Training.
  5. Mr. Handoko orang yang ahli di bidangnya, karena disamping membuka online keanggotaan, beliau juga mengelola offline English Course.
  6. By one get one free, maksudnya kalau sudah menjadi anggota, biaya Rp. 150 ribu itu dibagi untuk yang memperkenalkan kepada orang lain.
  7. Menggaransi uang kembali, kalau tidak bisa ngomong bahasa Inggris.
  8. Pokoknya masih banyak lagi deh.

Menurut saya, ini kesempatan baik bagi sahabat yang ingin menguasai bahasa Inggris by fun dan ser san (serius tapi santai)

Jika Anda berminat untuk mendaftar silahkan  MENDAFTAR di e-Compusoft

Saya sendiri sudah daftar dan sedang  action, agar nanti blog saya ini bisa ditulis dengan bahasa Inggris, dan terbuka kesempatan belajar marketing online yang lebih luas lagi. (ngarep dot com) :D

Tentu saya pecaya Andapun mempunyai harapan besar bahkan lebih tinggi dari saya. Its time to action and setup  your goal! dan bisa survive dalam bidang i-marketing, seperti yang dikatakan mentor saya: Mr. Joko Susilo.

Materi yang akan Anda ikuti DIJAMIN 100% belum pernah Anda peroleh, walaupun Anda sudah berpetualang ke 1,000 kursus Bahasa Inggris sekalipun. Tidak terbukti, Uang Kembali – Mr. Handoko

Inilah orangnya.  Ganteng kan?


Mr Teguh Handoko
• Ketua Yayasan e-Compusoft Indonesia
• Direktur e-Compusoft Training Centre
• Kepala Litbang DPP LSM ….. (rhs)
• Komisaris utama PT BMH, Tangerang
• Pemilik & Pengelola Teguhhandoko.com

“Materi pelatihan langsung disampaikan oleh saya sendiri yang telah saya kemas dalam bentuk Audio Full Conversation di lengkapi dengan Ebook sebagai panduan belajar……..”

Jika Anda tertarik, silahkan bagi yang mau lihat2 dulu dan kalau tertarik langsung  daftar sekarang! keburu harganya naik!

——-

Pengalaman saya, Praktek di depan Tamu Asing

Penerapan ilmu hasil belajar dari beliau secara online, dapat saya rasakan dengan percaraya diri. Saat  ini saya masih merangkap sebagai tutor di PKBM Negeri 26. Sewaktu ada kunjungan tamu dari 16 negara ke PKBM ini, saya diminta untuk memberikan laporan dan presentasi tentang PKBM Negeri 26 Bintaro, Jakarta Selatan,  dalam bahasa Inggris, lewat slide dan ceramah.

Selama itu saya manfaatkan untuk menjelaskan what kind of our Community Learning Center (PKBM 26) saya jelaskan dengan tenang, enjoy dan percaya diri.  Seluruh tamu tekun memperhatikan setiap detil kata yang saya ucapkan dengan presenasi yang saya bawakan.

Kurang lebih setengah jam kemudian disambung dengan tanya jawab. Ada sekitar 10 pertanyaan. Para tamu antusias bertanya. Saat itu ada penerjemah dari Direktorat Pendidikan Masyarakat Depdikbud, namun saya bersykur pertanyaan dari para tamu bisa didengar dan dipahami dengan baik. Akhirnya penerjemah hanya menjadi pengamat saja.

Akhir presetasi saya disapa oleh ketua rombongan, pejabat departemen pendidikan dari negara Nepal dan Philipina “you are good presentation” katanya. Alhamdulillah saya bersyukur berarti kata-kata saya banyak yang dipahami.

Dari pengalaman itu, saya ingin menyatakan bahwa bahasa Inggris itu ternyata bahasa kebiasaan. Belajar dengan metode online lebih cocok karena saya bisa melihat dan mendengarkan berkali-kali ucapan dan lafadz Pak Handoko yang terkenal faseh.

Maka yang menyambut waktu itu adalah saya diminta oleh penjab baru. Maka dengan sedikit ragu tapi harus yakin pada diri sendiri untuk bisa menghadapi tamu mancanegara.

Ingin melihat-lihat dan mengunduh materi Bahasa Inggris gratis, silakan menuju TKP. Hasil dialog kemarin ada dalam daftar foto gellary. silakan menuju ke dokkumentasi foto.

Menciptakan Internet sebagai Sumber Primer Belajar di PKBM

Wikipedia

Wikipedia (Photo credit: Octavio Rojas)

Dalam postingan kali ini PKBM Edukasi ingin berbagi artikel bagaimana memaksimalkan sumber belajar (learning resources) guna mendukung program Pendidikan Luar Sekolah (PLS) seperti Program paket A, Paket B da Paket C serta kursus keterampilan.

Sebagaimana diketahui oleh publik, bahwa PKBM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki program pendidikan yang sangat bermanfaat untuk melayani masyarakat yang belum tuntas belajarnya. Baik yang tingkat SD, SMP maupun belum tuntas SMA. Dengan mengikuti program Paket A, B dan C mereka bisa mendapatkan hak eligibilitas lulusannya yang setara dengan sekolah formal.

Nah untuk mendukung pembelajaran di sekolah non formal seperti program paket yang diadakan di PKBM, Home Schooling, kelompok belajar atau di manapun, maka alternatif cara belajarnya paling cocok menggunakan gabungan pembelajarn biasa (klasikal) ditambah dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi informatika.

Pembelajaran dengan TIK ini sangat mendukung untuk belajar mandiri sebab di kelas-kelas program paket sangat terbatas waktunya, sementara di kelas pendidikan formal sangat luas cakupan waktunya. Karenanya, agar warga belajar bisa menyaingin murid-murid sekolah formal, maka jangan ragu untuk memanfaatkan semaksimal mungkin sumber belajar yang telah disediakan sangat melimpah di jagat internet ini.

Kepada para tutor kesetaraan juga mestinya memanfaatkan ini dan tidak ketinggalan informasi dengan warga belajar. Sebab dengan dukungan teknologi, warga belajar bisa bebas belajar di mana saja, kapan saja dan matari apapun.

Jenis pembelajaran yang mendukung program kesetaraan :

Penerapannya bagaimana?

Untuk mendukung program itu, maka yang diperlukan hanya dua hal:

  • pertama, pasang internet dan jaringan hotspot
  • kedua, latih semua tutor untuk memanfaatkan itu semua
  • ketiga, kenalkan program-program gratis dari diknas, dan masyarakat umum yang ada tersedia di internet.
dari ketiga langkah itu, maka bila diterapkan dengan sebaik-baiknya, pembelajaran tidak akan membosankan, dan warga belajar menyukai gayabelajar sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka.

Kontent atau Sumber belajar bisa didapatkan dari:

  1. Blogger para guru /pendidik
  2. Situs sekolah
  3. Ensiklopedia
  4. Wikipedia
  5. e-dukasi.net
  6. rumah belajar
  7. m-edukasi.net
  8. dan lain-lain.

Warga Belajar Harus Terbiasa dengan Linux

Tingginya angka pembajakan software berlisensi itu sangat tinggi, sementara edukasi dan kesadaran penggunaan software  yang berlisensi terus  menurun dengan banyaknya pembajakan-pembajakan hak cipta. Upaya untuk memberi kampanye kesadaran itu saatnya Warga Belajar di lembaga pendidikan formal dan non formal seperti PKBM saatnya beralih ke program open source.

Kenapa harus pindah ke Open Source Linux?

Pertama, harga software mahal kita bisa berhemat jika dengan Linux yang berlisensi itu sangat mahal, loh. Contoh harga Microsoft Office untuk kelas pelajar harganyanya dipatok sebesar $119.99 (sekitar Rp. 1106726) dan produk Office professionalnya berharga dari $349.99 (sekitar Rp. 3.228.126);  Sedangkan harga sistem operasi windows Ultimate 7 Rp. 2.029.074.  Harga tersebut untuk satu kali install di satu PC. Bandingkan jika harga Open Source Linux itu betul-betul gratis, bebas mendownload dan bebas merubah code sourcenya. Tapi jika malas mendownload, ada toko open source online yang menjual sistem operasi sekelas windows seharga Rp. 10 ribu saja untuk sekedar mengganti ongkos membeli CD. Bahkan di toko yang ini, harga Ubuntu, dipatok hanya Rp. 5000 saja. Murah sekali, bukan?

 Untuk saat ini pengguna OS berbayar masih tersedia banyak sekali CD bajakan, dan pengguna merasa aman-aman saja, karena razia terhadap software berbayar tidak ketat. Kalau saja nanti ada kebijakan lebih ketat lagi, di mana pengguna pribadi harus membeli yang asli, maka mau tidak mau, pengeluaran itu akan terasa beratnya.

Baca lebih lanjut

Memacu Semangat Wirausaha

Agar jiwa wirausaha  bisa terus menetap dalam karakter seseorang, maka perlu dipicu dan diupayakan agar ia bisa bertahan dalama jiwanya, misalnya dengan mengupayakan terus agar semangat wirausaha tetap eksis. Sikap BERANI adalah sikap yang mampu bertahan menghadapi kegagalan. Ada 5 hal penting dalam menjalankan sebuah usaha. Kelimanya diuraikan dalam tabel di bawah ini.

Baca lebih lanjut

Berani Menjadi Wirausahawan

Berani karena benar takut karena salah sangat cocok diterapkan dalam kewirausahaan. Karenaya, dalam pembebelajaran kali ini  materi belajar tentang berani menjadi wirausahawan dimasukkan dalam kurikulum kewirausahan bagi sekolah kesetaraan.Tujuannya setelah materi ini warga belajar mampu mengidentifikasi karakter wirausaha, lalu mengapresiasi sehingga pada gilirannya nanti, diharapkan mampu menjadi wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri dan menerapkan karakter wirausahawan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca lebih lanjut

Menyusun Proposal Usaha

Wirsausaha yang berhasil salah satunya adalah terencana dan targeted. Upaya untuk menajamkan dan mengkonsentrasikan wirausaha ini, adalah dengna menyusun rencana usaha atau disebut dengan proposal usaha. Gunanya,  memberikan informasi yang terperinci, unik dan menarik mengenai usaha yang dikelolanya sehingga dapat memberikan keyakinan dan ketertarikan pihak lain untuk bekerjasama, yang dituangkan dalam bentuk proposal.

Baca lebih lanjut

Pelajaran Wirausaha; Seni Menjual

Pelajaran tentang pentingnya wirausaha  tidak kalah menarik adalah seputar seni menjual. Sebab bisnis adalah menjual itu sendiri. Namun tidak setiap orang mampu menjual dan seni menjual ternyata bisa dpelajari seperti dalam artikel pembelajaran wirausaha di bawah ini. Artikel diambil dari materi belajar Kewirausahaan untuk SMA.

Baca lebih lanjut

Sumber Belajar: Wirausaha

Sumber Belajar tentang Wirausaha sangat luas, Salah satunya dalam kurikulum yang  disampaikan untuk Warga Belajar Paket C setara SMA. Ini merupakan salah satu materi atau sumber belajar yang sangat penting untuk memenuhi kompetensi mata pelajaran Paket C

KOMPETENSI DASAR  :

Warga Belajar  (WB) dapat mempersiapkan diri sebagai wirausaha sehingga berperan dalam perekonomian.


INDIKATOR  :

  • Warga belajar  mampu mendeskripsikan pengertian wirausaha
  • Warga belajar mampu mengidentifikasi peran wirausaha dalam perekonomian nasional
  • Warga belajar mampu menunjukan sektor-sektor yang dapat dimasuki wirausaha
  • Warga belajar dapat menerapkan sikap dan jiwa wirausaha

 

  Materi … baca lebih lanjut 

Mengenalkan M-Learning untuk Paket C

Mengenalkan  M-Learning untuk Paket C sangat penting tidak saja untuk warga belajar Paket C tetapi juga bisa untuk paket B dan Paket A.  M-Learning ( M = mobile, learning = belajar)  jadi belajar sambil bergerak? tentu maksudnya adalah bukan belajar sambi lbergerak tetapi belajar dengan menggunakan alat handphone sebagai alat untuk melihat mater pelajaran.

Baca lebih lanjut