Blanko Ijazah Paket B Siap Ditulis

Pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan pada bulan Mei 2016 yaitu Paket B setara SMP ijazahnya kini sudah jadi dan siap ditulis. Adapun Sertifikat Hasil Ujian Nasinal (SHUN) beserta nilainya pun sudah siap diedarkan, tinggal menunggu tanda tangan dari Kepala Suku Dinas Jakarta Selatan 1.

Baca lebih lanjut

Iklan

Edukasi Jakarta Ikuti Lomba HAI 2015

logo pkbm edukasiAdmin PKBM Edukasi Jakarta dipercaya oleh Jakarta Selatan untuk mewakili lomba Pengelola PKBM dalam rangka Hari Aksara Internasional 2015 di DKI Jakarta. Yang diminta adalah best practise terhadap penyelenggaraan PKBM selama ini dalam rangka menuju kemandirian lembaga.
Alhamdulillah, lembaga kami bisa mandiri sejak awal tahun 2012, tanpa bantuan pemerintah, dengan terus berusaha menjadi lembaga yang bermartabat, kalau belum dikatakan baik. Lembaga non formal ygberusaha melayani peserta didik dengan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para peserta didik.
Lembaga yg bermartabat dalam pengertian ini adalah menyelenggarakan proses pendidikan di Kesetaraan berusaha agar sesuai dengan standar proses dan standar isi permendikbud No. 14/2007dan Permendikbud No. 03/2008, rutin setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tingkat kehadiran peserta didik yang konstan dan terjaga. Lembaga kami terbuka, siapapun boleh monitoring…
Produk PKBM Edukasi Jakarta dalam rangka mengangkat nama baik Pendidikan Kesetaraan di Indonesia cukup banyak yg bisa dibagikan bukan saja kepada peserta didik, lembaga kami, akan tetapi kepada lembaga lain seluruh Indonesia. Misalnya,
3. aplikasi agenda mengajar tutor
5. dan lainnya.
Demua itu bisa di download di sini…

Karena Lembaga kami tidak ingin hanya bermanfaat bagi lembaga sendiri, karena itu upaya memanfaatkan media shosial seperti Facebook dan lainnya berupaya untuk menshare berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan yang benar terhadap proses pendidikan Kesetaraan. Dampaknya bisa terlihat alhamdulillah Edukasi Jakarta terus berkembang dengan jumlah peserta didik naik secara signifikan. Dari awal berdiri tahun 2012 hanya 15 peserta didik, kemudian berkembang pesat hingga tahun pelajaran 2015/2016 mencapai angka 91 peserta didik dari Paket A, Paket B dan Paket C, terdiri dari kelas 1 dan 3 Paket A, B dan C.

Angka itu belum termasuk peserta didik dari kelompok belajar di tempat lain yang bekerja sama dengan lembaga kami baik dalam penyelenggarakan ujian nasional maupun dalam pengadaan tutor untuk di kirim ke kelompok belajar. Bila ditotal mencapai lebih dari 200 peserta didik yang masuk buku induk kami.

Kalau para Juri mengukur kemandirian lembaga adalah bukan itu semua,  maka kami harus belajar lebih banyak lagi kepada PKBM yang bakal menang sebagai juara I di DKI Jakarta.

Verfikasi Ijazah Aseli

Jpeg

Jpeg

Ijazah asli peserta didik kini menjadi prasyarat utama peserta didik kesetaraan agar dapat mengikuti UN.

Hari ini Edukasi Jakarta kedatangan dua orang penilik PAUDNI yang rutin dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan pembinaan mereka.

Kali ini dua penilik memberikan surat edaran pendataan peserta didik, dan dilakukan pelaporannya setiap bulan.

Baca lebih lanjut

Pilih Paket C atau SMA?

JpegJAKARTA – PKBM Edukasi) Sejenak saat  penulis  memasuki ruangan Direktorat Pembinaan SMA (Dit PSMA)   ada yang menarik perhatian saya. Tepatnya di ruang tamu terdapat  brosur Paket C   berdampingan dengan brosur SMA. Timbul pertanyaan, benarkah Direktorat PSMA benar-benar serius menangani mutu pembinaan  Paket C  sebagaimana pembinaan kepada SMA?

Buru-buru penulis mengambilnya  dan  membacanya sambil menunggu proses penyerahan hasil Supervisi program Bansos Paket C yang saya monev kemarin.

Dengan adanya brosur Paket C dan SMA berdampingan saya mencatat point penting bahwa Paket C adalah program layanan pendidikan yang  sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Selain itu saya mencatat beberapa point penting:

Pertama, Jika masyarakat masih menganggap miring dengan Paket C, maka pemerintah justru menegakkan yang miring itu yang hampir jatuh terpuruk harga diri program ini yang sudah dijatuhkan oleh oknum di birokrat maupun di masyarakat.

Direktorat PSMA mengangkat harkat dan martabat program Paket C ini setara, se kufu, selevel, seirama , senafas dan senasib dan sepenanggungan dengan kakak iparnya yaitu Program SMA dan SMK. Paket C adalah sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Kedua, saat para penyelenggara program Paket C berusaha menolak diberesi mutunya, Pemerintah justru membuka kran luas kepada lembaga manapun tidak terbatas pada PKBM swasta atau PKBM Negeri, bahkan Pesantren, LKP, Majelis Ta’llim  dibolehkan melaksanakan program Kesetaraan, sehingga nantinya diharapkan ada peta yang jelas penyelenggara yg ideal atau yg abal-abal, yang tahunan atau yang musiman.

Ketiga, saat masyarakat menganggap Paket C akan diformalkan, pemerintah  justeru mengembalikan jatidiri nonformalnya sesuai aturan nonformal dan melarang diformalkan.

Keempat, Direktorat lain seperti  P2TK  yang menangani para  pendidik SMA/SMK/SLB  pun mulai memberikan penghargaan  kepada Pendidik Nonformal (Tutor), meski para tutor tidak diberikan tunjangan, hal ini dapat dimenegerti karena regulasi tentang itu hanya ada pada guru di pendidikan formal. Namun satu kemajuan adalah mereka memberikan penghargaan setara dalam bentuk lain,  misalnya dalam event nasional, semisal lomba guru, pengawas, dan kepala sekolah berprestasi, tutor kesetaraanpun diikutsertakan tanpa membedakan dengan ptk formal. Penghargaan lainnya, mengikutsertakan dalam bimtek nasional untuk para tutor pilihan setiap tahun.

Jika kemudian ada isu bahwa Pendidikan Kesetaraan ingin ditarik kembali kepada Direktorat Dikmas sebagai yang pernah melahirkan, apa kira-kira alasanya,  apakah karena  dulu belum sempat membangun dan membina Paket C dengan pembinaan yang intensif, sehingga sejak kelhiran dua Peraturan Menteri untuk Nonformal yaitu Permendikbud no.14/2007 dan Permendikbud no.3/2008   tahun 2007 baru berjalan pembinaan belum genap 3 tahun oleh Direktorat  Pembinaan SMA. Jadi selama permen tentang Paket C lahir, pembiaran terhadap pelaksanaan Paket C  upers kini dampaknya masih terasa sekarang.

Dengan niat baik pemerintah ingin meningkatkan mutu Paket C agar lulusannya setara dengan SMA, maka kepada masyarakat dapat menggunakan kesempatan memasuki Paket C yang kini tengah ditangani oleh Direktorat ini dengan lebih intensif.

Silakan download Brosur Paket C, dari Direktorat Pembinaan SMA. halaman muka  , halaman belakang

Sayap-sayap Patah

Selamat memasuki bulan Syawal, di bulan ini yang merupakan sequel dari bulan Ramadhan, merupakan awal pertama kali bagaimana menerapkan hasil puasa 1 bulan penuh. Sebab hakikat puasa adalah bagaimana mempraktekannya hasil puasanya itu selama 11 bulan yang akan datang. Lewat tulisan saya di blog ini saya merangkum beberapa ayat dan hadits Nabi SAW tentang sayap, tentu maksudnya adalah sayap secara maknawi. Tujuannya, tidak lain adalah sebagai refleksi diri dan siapa saja yang tertarik dengan hal ini.

Sayap-sayap patah merupakan sebuah refleksi bulan syawal 1435 H yang cukup menarik untuk dibaca dan ditelaah ulang, sebagai  bagian dari jawaban apa dan bagaimana perjalanan manusia pasca lebaran idul fitri ini. Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk memenuhi jatah sisa-sisa hidup kita ke depan.

SANTRI BUNTET

Refleksi Syawalan

Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya
Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?

Lihat pos aslinya 1.198 kata lagi

Aplikasi Raport Paket C

Aplilkasi laporan Raport Paket C telah selesai dirilis. Ini untuk memberikan kemudahan dalam proses pengadministrasian nilai sekaligus kelengkapan data peserta didik dan perljalanan belajarnya.

Aplikasi Raport Paket C digital ini telah diperiksa dan mendapat apresiasi dari tim pengembang Paket C Direktorat Pembinaan SMA, bapak Fauzi Kromosudiro dkk. Raport ini bahkan telah dibahas pertama kali dalam  sebuah workshop Dit PSMA di Hotel Preanger, Bandung,  bertema percepatan mutu pendidikan SMA bersama tim  Pengembang Paket C dan para guru pengembang Kurikulum 2013 beberapa bulan lalu.

Dua hari yang lalu, 16-19 Juli, Raport Paket C  ini juga dikenalkan kepada 50 lembaga penyelenggara Paket C binaan Direktorat PSMA yang terdiri dari PKBM Negeri dan SKB dari berbagai provinsi yang dipilih. Ke-50 lembaga ini akan menjadi percontohohan lembaga Paket C. Dan pada awal Juli bulan depan, penggunaan raport ini akan disosialisasikan penggunaanya kepada para tutor dalam acara Bimtek Tutor oleh Dit PSMA.

Di berbagai sekolah SMA raport digital atau raport yang pengelolaanya secara elektronik sudah menjadi hal yang lumrah dan dipakai hampir semua SMA/MA negeri dan swasta. Keuntungannya jelas sangat besar terutama dalam hal pengadministrasian nilai dan data peserta didik.

Apa yang membedakan raport Paket C ini dengan SMA? Tidak ada yang berbeda secara signifikan. Raport ini dibuat berdasarkan standar isi Permendikbud no.14 tahun 2014. Ada 17 mata pelajaran dengan tiga macam penilaian : Kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian ini tentu saja berdasarkan hasil instrumen penilaiai para tutor kepada peserta didik yang nilai akhirnya dicantumkan ke dalam raport.

Yang paling kentara perbedaaanya adalah pada raport SMA tidak akan muatan SKK (satuan kredit kompetensi) khas pendididkan kesetaraan. SKK ini muatan SKK yang dibelajarkan dengan tiga model: tatap muka, tutorial dan tugas mandiri. Ketiga model belajar ini ada penilaiannya saat  peserta didik menguasai tingkatan kompetensi.

Raport Paket C ini mudah dipakai, dan bebas dikembangkan. Tidak seperti pembuat aplikasi raport berbasis excel, biasanya diproteksi, untuk rapot ini tidak diproteksi, sehingga bebas untuk didesain dan diubah formatnya, begitu juga rumus-rumusnya bisa dilihat dan dikembangkan sendiri.

Pada akhirnya, raport ini bukanlah milik saya sebagai pengembang tetapi milik besama para penyelenggara pendidikan kesetaraan, semoga dengan raport ini dapat meningkatkan kedisiplinan untuk melaksanakan standar dan penilaiannya.

Jika Anda butuh versi baru, silakan unduh blog Pak Fauzi atau  silakan download langsung di sini. 

Ijazah Paket C

Apakah perbedaan antara ijazah paket C dengan SMA?

Pertanyaan ini kerapkali muncul pada peserta didik dan atau masyarakat yang ingin mengetahui. Yang dikedepankan selama ini ijazah paket C dengan SMA tidaklah ada perbedaannya. Ijazah Paket C memiliki hak eligibilitas yang sama dengan lulusan SMA.

Dengan adanya hak tersebut, maka lulusan paket C yang telah mendapatkan ijazah berhak untuk melanjutkan belajar di perguruan tinggi negeri atau swasta. Selain itu, bisa untuk kenaikan pangkat dan golongan bagai pegawai negeri.

Demikianlah kelebihan yang ada pada lulusan Paket C tidak ada perbedaan berarti di sana, cenderung sama dan memiliki hak eligibilitas yang setara.

Kembali kepada pertanyaan di awal tulisan, di manakah letak perbedaanya antara ijazah paket C dengan SMA/SMK/Madrasah Aliyah?

Hanya ada satu perbedaan mencolok dari kedua jenis ijazah setingkat SLTA ini, Jika SMA/SMK/MA ditandatangani oleh kepala sekolah, maka ijazah paket C ditandatangani oleh kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten.

Demikian, penjelasan dari kami, semoga tidak ada lagi perlakuan diskrimansi terhadap lulusan Paket C.

Evaluasi UN 2013

GambarHari Jum’at kemarin (27/4), berlangung rapat kerja komisi X DPR dengan menteri Pendidikan. Rapat yang memakan waktu 10 jam (14.30 s/d 00.30) itu apa saja hasilnya?

Untuk UN tahun 2014 ke depan, Komisi X DPR membentuk Panitia Kerja Evaluasi Pelaksanaan UN 2013.

Berikut ini adalah kesimpulan akhir dari rapat kerja khusus tentang Ujian Nasional (UN).

I. Sikap DPR dan Kemdikbud

1. Menyesalkan adanya pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat tahun 2013 yang tidak dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah sehingga berpotensi melahirkan ketidakadilan dan memberikan dampak psikologis terhadap peserta ujian dan implikasi anggaran.

2. Hasil UN SMA dan sederajat tahun 2013 yang akan dijadikan sebagai syarat kelulusan dan persyaratan masuk PTN perlu dipertimbangkan kembali dengan kajian mendalam.

Terhadap poin kedua tersebut, F-PKS dan F-PPP memberi catatan. PKS berpendapat bahwa hasil UN SMA dan sederajat tahun 2013 tidak dapat dijadikan syarat kelulusan dan persyaratan masuk PTN. Sementara F-PPP berpendapat masih memerlukan waktu untuk mengambil keputusan karena UN tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

II. Komisi X DPR RI mendesak Mendikbud RI untuk:

1. Melakukan evaluasi secara menyeluruh dan mengambil langkah tegas terhadap pengambil kebijakan, pelaksana, dan pengawasan pengadaan dan distribusi naskah UN 2013.

2. Segera menyelesaikan investigasi proses pelaksanaan pengadaan naskah UN tahun 2013 dan menyerahkan hasil investigasi tersebut secara resmi kepada Komisi X.

3. Menyampaikan laporan pelaksanaan dan evaluasi UN tahun 2013 setiap jenjang pendidikan secara komprehensif, paling lambat satu bulan setelah seluruh pelaksanaan UN tahun 2013 selesai.

III. F-PKS meminta ada audit investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan III. Komisi X mendesak Mendikbud untuk meninjau kembali Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, utamanya terkait dengan tugas, wewenang, dan peran Badan Standar Nasional Pendidikan dalam menyelenggarakan UN.

IV. Dalam rangka pengawasan, evaluasi pelaksanaan UN tahun 2013, dan landasan pengambilan kebijakan UN tahun 2014, Komisi X dan Kemdikbud sepakat membentuk Panitia Kerja Evaluasi Pelaksanaan UN Tahun 2013.

Sumber: Kompas.com

 

Converter DOC to PDF Online

Kali ini, Pedukasi Jakarta mau berbagi pengalaman menggunakan Conveter DOC to PDF Online yang gratisan. Eh, tapi saya heran, meskipun gratisan, hasilnya cepat, bersih tanpa iklan dan yang penting tanpa menginstall program, alias online langsung. Asik kan?

Jika para pembaca ingin mengubah document dari Ms Word ke PDF, maka Anda butuh Converter DOC to PDF. Bbiasanya membutuhkan converter DOC to PDF yang didownload dalam bentuk software. Kini, tidak perlu men-dowonload lagi, sebab versi gratis online tersedia banyak sekali, salah satunya adalah layanan di bawah ini.

Layanan online gratis Converter DOC to PDF ini sangat menarik sekali sebab selain cepat dan mudah mudah pengubah dokumen word ke PDF and PDF ini bisa berguna untuk meng-convert antara Microsoft Word(.doc/.docx) dan Adobe Acrobat PDF (.pdf) dengan hanya SATU KALI KLIK. Selanjutnya cukup disimpan hasilnya di komputer anda. Hebatnya lagi, tidak ada iklannya di lembaran PDFnya. .

Baca lebih lanjut

Meningkatkan Jumlah Enterpreneur Indonesia

Kali ini PKBM Edukasi ingin bincang-bincang seputar jumlah enterprenur Indonesia dan bagaimana upaya meningkatkannya

Masalah yang menjadi kendala di Indonesia adalah jumlah enterpreneur besar di Indonesia itu hanya 0.18 persen dari penduduk Indonesia. Sangat sedikit sekali. Padahal di negara maju jumlah enterpreneur ada 2% dari penduduknya. Bagaimana upaya meningkatkan enterpreneur di Indonesia?

Jawabannya tentu tidak semudah membalik tangan. Karena menciptakan enterpreneur itu terkait dengan budaya masyarakat dan juga tantangan serta harapan dan juga ktersediaan sumber daya alam dan human resourcesnya.

Namun sekedar curah pendapat bagaimana memperbanyak jumlah enterpreneur itu salah satunya dengan mengupayakan  semua elemen lembaga pendidikan untuk mendorong lebih giat lagi dalam hal penciptaan enterprenur yang baru.

Sebab jika menciptakan enterpreneur baru itu mudah, tentu Indonesia dengan jumlah penduduk kurang lebih 250 juta jiwa ini sudah lahir banyak sekali para enterpreneur. Nyatanya hanya kecil sekali kurang dari satu persen. Ini berarti ada masalah besar dalam sistem pendidikan masyarakat kita.

Solusi pemerintah dalam hal mengatasi dampak pengangguran adalah dengan menciptakan program wajib belajar. Dengan program ini diharapkan mereka yang putus sekolah bisa mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan sesuai jenjangnya. Namun upaya selanjutnya mereka perlu didorong untuk memiliki keterampilan.

Dalam upaya ini pun pemerintah telah memberikan rangsangan di berbagai PKBM dan tempat-tempat penyelenggaraan pendidikan informal dan nonformal agar menyediakan program keterampilan kecakapan hidup. Dari mulai cara membuat kue, hingga bagaimana membuat dan meraparasi kendaraan bermotor. Semua itu tidak lain agar para lulusan sekolah nonformal dan informal ini bisa dan mampu bersaing dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh peluang berwirausaha dan atau jika mereka tidak mampu bekerja maka diharapkan bisa mendapatkan pekerjaan.

Solusi pendek ini sebenarnya cukup berhasil, namun tetap tidak mendongkrak jumlah atau angka untuk meningkatkan jumlah enterprenur di Indonesia. Tetapi meski demikian jumlah wirausaha tingkat bawah semakin naik, semoga saja ke depannya, menuju persaingan global, para pengusaha tingkat bawah ini naik ke tingkat menengah, dan para UMKM ini naik menjadi enterpreneur tingkat tinggi.

Solusi lain adalah dengan berkembangkanya teknologi informatika, ini sangat membantu untuk mensukseskan para wirausawahan. Kenapa tidak, para mahasiswa teknik informatika juga diarahkan untuk ber-enterpreneur. Atau jika di dalam pendidikan non formal, program-program paket dan wirausaha yang dibantu dengan teknologi informatika digabungkan sehingga bisa sinergis antara teknologi dan enterprenur.

Angkatan kerja sudah banyak, namun angkatan wirausaha belum banyak berkembang. Saatnya pemerintah berusaha untuk melahirkan banyak pengusaha-pengusaha kecil dan menengah agar kecenderungan menjadi pegawai ini tidak terlalu besar.

Meskipun demikian saat ini, jumlah tenaga kerja di Indonesia mencapai 90,9 juta orang dan menyumbang 55,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Investasi yang disalurkan dari UMKM mencapai Rp 640,4 triliun atau 52,9 persen dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). UMKM juga menyumbang pada cadangan devisa senilai Rp 183,8 triliun atau 20 persen dari total cadangan devisa

Sekali lagi, menurut catatatan Kompas.com  “Pakar terkemuka mengatakan setiap negara maju memiliki dua persen wirausahawan dari total jumlah penduduknya. Kalau mengacu itu, seakan UMKM bukan wirausaha. Padahal wira usaha itu adalah karakter orang yang selalu ingin mengembangkan nilai tambah dari apapun. Bukan berarti dia itu pengusaha,” Kutip Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa seperti dikutip Kompas.com

Nah, dengan tantangan yang besar ini, maka saatnya lembaga pendidikan bisa memberikan stimulus atau rangsangan agar para peserta didik ini mampu dan berusaha untuk terus belajar menjadi wirausahawan. Dengan begitu, pada tahun-tahun yang akan datang, jumlah wirausaha menengah dan atas akan bisa terdongkrak dengan hadirnya wirausahawan lokal yang konsisten dan semakin banyak.  Sebab antara pebisnis bisa saling terkait dan saling membutuhkan satu sama lain dalam hal penyediaan barang dan jasa. (MK)

Bagaimana menurut anda?

Situs Do Follow dan Direktori Boorkmark Terbaik

Edukasi tentang internet dari PKBM Edukasi kali ini menyajikan daftar/list situs do follow dan social borkmark do follow yang paling direkomendasi di Indonesia dan yang memiliki page rank tinggi dan blog kita cepat tenar, dan karenanya akan  mendapat backlink besar dan cepat..  Situs tersebut menyediakan fasilitas agar blog kita bisa dimasukkan sebagai listing direktori mereka.

Apa untungnya memasukkan blog kita di situs direktori itu adalah sangat besar manfaatnya. Yang paling dicari oleh situs adalah bila artikel kita  dan dibaca oleh orang di sana, maka akan memberi efek, kalau situs/blog kita banyak yang membuka dan emmbacanya. Dengan begitu, situs/blog semakin populer dan inilah yang dicari oleh sebagian besar ahli SEO (search engine optimization). Meski demikian, kata ahli SEO di blog ini menyatakan bahwa  tidak semua situs social bookmark memberikan manfaat do follow dan trafik tinggi, karenanya ia sudah memilihkannya buat kita. Berikut daftar/listing situs penyedia direktori blog.

  1. LintasBerita. PR 4
  2. InfoGue. PR 3
  3. MemburuInfo. PR 2
  4. Debuk. PR 3
  5. Indofeed. PR 3
  6. Kombes. PR 3
  7. Qaafe. PR 4
  8. BeritahuSaya. PR 4
  9. Negeriku. PR 2 (suspended; silahkan cek lagi)
  10. Populerkan. PR 1
  11. LiputanKhusus. PR 2
  12. Bagikan. PR 1
  13. BookmarkDofollow. PR 4 (English only)
  14. DuniaBeritaTerkini. PR 0 suspended; silahkan cek lagi)
  15. Berita Saya. PR 1
  16. SitusPortal. PR 3
  17.  Bookmarking.BloggerCeria. PR  1 (suspended; silahkan cek lagi)
  18. Bookmark Indonesia. PR 0
  19. abridgetovenezia.com PR 2
  20. Bookmarking.villebiz.info. PR 4

Bagaimana cara mendaftarakannya?

  1. Daftarkan saja di situs-situs bookmark tersebut satu persatu,  
  2. Mendaftarkan tidak cukup sekali, tetapi setiap Anda memposting tulisan baru, daftarkan saja, meskipun jangan terlalu terburu-buru. Sehingga tidak terkesan spamming, karena Google akan melihatnya sebagai postingan yang alami (natural) saat ia merayap di dalam blog kita (crawl).
  3. Bagusnya sih melakukan submission (mengirim atau mempublish ke direktori itu dilakukan sehari setelah postingan. 
  4. Sering-sering submission ke blog/situs yang memiliki page rank tinggi. begitu juga banyak para ahli SEO menyarankan sering datang ke blog yang page rank nya tinggi, seperti blog lain yang saya punya boleh juga dikunjungi. Tadinya pagerank 4 sekarang turun 3 dan mau digiatkan kembali. 

 

Sumber

 

Suka Puasa, Tahajud dan Duha, Triana Oktaviani Peroleh UN-Tertinggi

Triana Octavia, Rajin Puasa, Shoalat Malam dan Sholat Duha meraih UN Tertinggi se-Indonesia

Kali ini PKBM Edukasi ingin menceritakan kembali seputar peraih nilai UN tertinggi se-Indonesia dari SMA. Jika Mutiarani peraih nilai tertinggi tingkat SMK, maka Triana Octavia dari tingkat SMA.

Hasil didikan orang tua yang cukup ketat tidak selamanya membuat anak sekolah merasa ditekan. Justru, dengan menanamkan disiplin kepada anak saat belajar dan ibadah, Triana Octavia, siswa kelas XII IPA 5 SMAN 2 Kuningan akan menjadi peraih nilai UN tertinggi se-Indonesia.

Dari hasil ujian nasional tingkat SMA, yang diumumkan pada Sabtu, 25 Juli 2012,  diperoleh  10 besar peraih UN teringgi, dari tingkat SMA dan SMK. Mutiarani mewakili SMK dan Triana Octavia mewakili  nilai tertinggi tingkat SMA. Keduanya dari wanita yang berasal dari keluarga yang hidup sederhana.

Baca lebih lanjut

Fungsi Press This dan ReBlog

Jejaring sosial dan web 2.0 memberi kemudahan dalam mengemas informasi dan secara massif bisa digandakan dalamw aktu singkat. Bayangkan satu artikel bisa jutaan kali dibaca dan dicopy olang oleh penduduk dunia dalam satu jaringan internet. dengan satu langkah ytiu tombol press this dan reblog.

Fungsi itu hanya ada di wordpress. dan untuk lebih mendalami tentang masalah ini, silakan tengok langsung kepada pembuat tulisan. Saya ini hanya menulis ulang pengantarnya saja. Hal ini sedang mempraktekkan prinsip press this. kebetulan di blog penulis artikel itu ada tmbol press his makanya saya penasaran dan ini tulisan adlah sekalipug mempraktekkanya.

salam blogger.

Press This dan ReBlog untuk Copy Artikel ke Blog Kita.

BNSP Anaktirikan Siswa Sekolah Nonformal-Informal

Menurut Seto Mulyadi, Ketua Umum Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena), Jakarta menyatakanb ahwa ada diskriminasi terhadap pendidikan non formal dan informal.  Mestinya kata beliau, UN formal itu sama dengan UN non formal atau tidak jauh waktunya. Begitu katanya saat audiensi dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

Lebih jauh tentang kritik beliau terhadap pelaksanaan UN untuk pendidikan non formal yang diskriminatif itu bisa dilihat di kutipan koran kompas.com di bawah inni.

Penyelengaraan UN kesetaran yang tidak tentu ini, tambah Seto, membuat anak-anak yang seharusnya lulus tahun ini langsung bisa melanjut ke jenjang berikutnya jadi terkendala. AsahPena memperjuangkan agar pelaksanaan UN kesetaraan bisa diperlakukan sama dengan UN sekolah formal.

BSNP biasanya sudah menyiapkan Peraturan Mendikbud, kisi-kisi, dan pos operasional standar (POS) UN sekolah formal setahun sebelumnya. Sebaliknya, sampai saat ini kepastian jadwal UN kesetaraan pun belum ada, apalagi kisi-kisi untuk gambaran materi UN kesetaraan.

“Yang dihadapi anak-anak usia sekolah di pendidikan nonformal dan informal sekarang ini, ya tidak bisa daftar sekolah tahun ini juga. Kalau UN kesetaraan dilaksanakan Juli, pengumuman kelulusan bisa molor sampai dua bulan, anak-anak yang mau ikut seleksi PTN dan daftar sekolah baru tidak bisa tahun ini,” ujar Budi Trikorayanto, Wakil Ketua Umum.

Tidak berniat

Menanggapi hal itu, anggota BSNP Jamaris Jamma, Farid Anfasa Moeloek, Teuku Ramli Zakaria, dan Weinata Sairin, menyatakan,
BSNP menyatakan tidak ada niat untuk mendiskriminasi pendidikan nonformal dan informal. Peningkatan mutu dan standar kedua jalur pendidikan ini juga dilakukan, termasuk dalam ujian nasional (UN) kesetaraan.

Menurut Weinata, BSNP menjamin tidak ada niat untuk mendiskriminasikan pendidikan nonformal dan informal. BSNP sedang mengkaji untuk bisa menggelar UN kesetaraan yang semakin lebih baik dan berkualitas.

“Untuk tahun ini, masih di bulan Juli. Akan diusahakan untuk Juni, namun Peraturan Mendikbud, kisi-kisi, dan POS UN kesetaraan masih dibahas. Mulai tahun 2013, BSNP hendak menjadwalkan UN kesetaraan sama dengan pelaksanaan UN sekolah,” kata Jamaris.

Ramli mengatakan, pelaku pendidikan nonformal dan informal tetap harus memenuhi syarat supaya layanan pendidikan menjamin adanya kompetensi, keterampilan, dan pembentukan karakter yang baik. “UN kesetaraan juga tak lepas dari kecurangan. Karena itu, soal standar perlu ditegakkan supaya UN Paket ini setara dengan sekolah formal,” kata Ramli.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/03/21130395/BNSP.Anaktirikan.Siswa.Sekolah.Nonformal.Informal