Paket C itu Keren

Selain program ini milik pmerintah, peserta didik Paket C bisa berkarir sambil belajar lebih awal ketimbang murid SMA. Paket C memang program hebat dan keren.

Sisi baik dari menekuni pendidikan kesetaraan seperti Paket C itu banyak sekali. Salah satunya adalah, peserta didik bisa sambil sibuk berkarir atau meniti karir atau menekuni suatu keahlian.

Dampaknya, keahlian bisa dituntaskan, sisi lain pendidikan kesetaraannya bisa terselesaikan.

Dari kemungkinan itu maka ada beberapa temuan muncul di sekitar kita:

1. Sekolah berkurikulum internasional. Mereka belajar dengan nuansa internasional berkurikulum dari luar. Pada akhir masa belajarnya, mereka menginduk PKBM untuk bisa ikut belajar dan Ujian Nasional sehingga bila lulus akan mendapatkan ijazah kesetaraan.

2. Muncul sekolah desain spesialis. Mereka mendidik para peserta agar mahir dalam bidangnya untuk suatu kebutuhan tenaga khusus dan berbakat. Di sisi lain kerjasama dengan PKBM  guna menyelesaikan pembelajaran program kesetaraanya agar bisa setara dengan SMA, lewat UN.

3. Muncul sekolah musik profesional dengan kegiatan intensif berupa show dan performance di mana2. Dengan kesibukan itu, mereka para pesertanya ikut program Paket C.


4. Kyai di pesantren membuka program semacam home schooling dengan berciri khas keilmuan pesantren… di sisi lain kerjasama dengan PKBM guna mendapatkan hak belajar ilmu sekolah menengah, pada gilirannya mereka dapat dua predikat kompetensi: lulus ilmu-ilmu  berciri khas pesantren sekaligus lulus Paket C.

5. Ada lagi sekolah atlit berbakat dari penjuru tanah air ini kadang usia sekolah dan memilih jalur non formal. Kepada mereka ini harus tetao menempuh sekolahnya, di samping kegiatan inti sebagai calon atlit Nasional. Pada waktu-waktu tertentu terjadwal mengijuti kelas tutorial program kesetaraan.

6. Selain lima hal di atas ke depan bisa jadi akan banyak pendidikan bidang spesialis keahlian yang dapat dilatih sejak dini,  dan membutuhkan waktu yang panjang untuk suatu keahlian. Sehingga mirip SMK namun lebih kepada keahlian atau skill pilihan. Misalnya sekolah da’i, ini belum ada atau sekolah pertukangan.   Sekolah penghafal alquran dll. Mereka bisa belajar keahlianya, dan ijazahnya bisa mengikuti program Paket C.

Adapun yang seringkali kita temui adalah peserta didik yang sedang bekerja, baik di kantoran atau di tempat-tempat khusus. Mereka masih bisa bekerja dengan tenang, nyaman sekaligus menyelesaikan pendidikan kesetaraanya. Mereka jika lulus UN tidak terlalu dipusingkan dengan pekerjaan. Hanya jila ingin mendapatkan income lebih, akan pindah kerja atau melanjutkan kuliah.

7. Masuk kampus negeri (PTN) atau swasta (PTS) dapat dilakukan tanpa halangan apapun, sama dengan siswa yang lulus SMA/MA/SMK lewat jalur SBMPTN.

Semua itu hanya dimungkinkan dapat dilakukan hanya di pendidikan kesetaraan.  Diksetara yang bisa mengawinkan itu, bisa melengkapi, mengistimewakan mereka dan melengkapi keahliannya.

Coba kalau di sekolah yang kaku mampukah sambil belajar menekuni kegiatan profesional itu? Yang ada justeru membatasi eksplorasi langsung di masyarakat dengan sistem belajar yang ada saat ini, peserta didik cenderung diseragamkan capaian kompetensinya, dengan menempuh selama 50 jam lebih tatap muka perminggu. Sedangkan di tingkat Paket C misalnya, hanya diwajibkan minimal 16 jam perminggu untuk belajar tatap muka.

Hanya di Paket C yang bisa begitu, Paket C keren, kan? bagaimana menurut Anda?

6 thoughts on “Paket C itu Keren

  1. Pengen ikut paket C..
    Tp saya ada di negara lain,MALASYA..

    Apa boleh online ujian nya..?

    Tq

    ….. jwb
    Kalau berada di Malaysia, sebaiknya hububgi konsulat RI di sana aja.

    Suka

    • Benar sekali, belum ada ujian online untuk Paket C. Baru kemungkinan ada untuk UN Paket C perbaikan yg akan dilaksanakan pertama kali pada Bulan Februari tahun depan. Itu adalah UN perbaikan. Kalau UN peserta didik Paket C pada April 2017

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s