Sayap-sayap Patah

Selamat memasuki bulan Syawal, di bulan ini yang merupakan sequel dari bulan Ramadhan, merupakan awal pertama kali bagaimana menerapkan hasil puasa 1 bulan penuh. Sebab hakikat puasa adalah bagaimana mempraktekannya hasil puasanya itu selama 11 bulan yang akan datang. Lewat tulisan saya di blog ini saya merangkum beberapa ayat dan hadits Nabi SAW tentang sayap, tentu maksudnya adalah sayap secara maknawi. Tujuannya, tidak lain adalah sebagai refleksi diri dan siapa saja yang tertarik dengan hal ini.

Sayap-sayap patah merupakan sebuah refleksi bulan syawal 1435 H yang cukup menarik untuk dibaca dan ditelaah ulang, sebagai  bagian dari jawaban apa dan bagaimana perjalanan manusia pasca lebaran idul fitri ini. Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk memenuhi jatah sisa-sisa hidup kita ke depan.

SANTRI BUNTET

Refleksi Syawalan

Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya
Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?

Lihat pos aslinya 1.198 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s