BNSP Anaktirikan Siswa Sekolah Nonformal-Informal

Menurut Seto Mulyadi, Ketua Umum Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena), Jakarta menyatakanb ahwa ada diskriminasi terhadap pendidikan non formal dan informal.  Mestinya kata beliau, UN formal itu sama dengan UN non formal atau tidak jauh waktunya. Begitu katanya saat audiensi dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

Lebih jauh tentang kritik beliau terhadap pelaksanaan UN untuk pendidikan non formal yang diskriminatif itu bisa dilihat di kutipan koran kompas.com di bawah inni.

Penyelengaraan UN kesetaran yang tidak tentu ini, tambah Seto, membuat anak-anak yang seharusnya lulus tahun ini langsung bisa melanjut ke jenjang berikutnya jadi terkendala. AsahPena memperjuangkan agar pelaksanaan UN kesetaraan bisa diperlakukan sama dengan UN sekolah formal.

BSNP biasanya sudah menyiapkan Peraturan Mendikbud, kisi-kisi, dan pos operasional standar (POS) UN sekolah formal setahun sebelumnya. Sebaliknya, sampai saat ini kepastian jadwal UN kesetaraan pun belum ada, apalagi kisi-kisi untuk gambaran materi UN kesetaraan.

“Yang dihadapi anak-anak usia sekolah di pendidikan nonformal dan informal sekarang ini, ya tidak bisa daftar sekolah tahun ini juga. Kalau UN kesetaraan dilaksanakan Juli, pengumuman kelulusan bisa molor sampai dua bulan, anak-anak yang mau ikut seleksi PTN dan daftar sekolah baru tidak bisa tahun ini,” ujar Budi Trikorayanto, Wakil Ketua Umum.

Tidak berniat

Menanggapi hal itu, anggota BSNP Jamaris Jamma, Farid Anfasa Moeloek, Teuku Ramli Zakaria, dan Weinata Sairin, menyatakan,
BSNP menyatakan tidak ada niat untuk mendiskriminasi pendidikan nonformal dan informal. Peningkatan mutu dan standar kedua jalur pendidikan ini juga dilakukan, termasuk dalam ujian nasional (UN) kesetaraan.

Menurut Weinata, BSNP menjamin tidak ada niat untuk mendiskriminasikan pendidikan nonformal dan informal. BSNP sedang mengkaji untuk bisa menggelar UN kesetaraan yang semakin lebih baik dan berkualitas.

“Untuk tahun ini, masih di bulan Juli. Akan diusahakan untuk Juni, namun Peraturan Mendikbud, kisi-kisi, dan POS UN kesetaraan masih dibahas. Mulai tahun 2013, BSNP hendak menjadwalkan UN kesetaraan sama dengan pelaksanaan UN sekolah,” kata Jamaris.

Ramli mengatakan, pelaku pendidikan nonformal dan informal tetap harus memenuhi syarat supaya layanan pendidikan menjamin adanya kompetensi, keterampilan, dan pembentukan karakter yang baik. “UN kesetaraan juga tak lepas dari kecurangan. Karena itu, soal standar perlu ditegakkan supaya UN Paket ini setara dengan sekolah formal,” kata Ramli.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/03/21130395/BNSP.Anaktirikan.Siswa.Sekolah.Nonformal.Informal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s