Belajar Wirausaha-1

Seorang wirausaha itu kebanyakan adalah orang yang aksi lebih dulu kemudian teori belakangan. Sebagaimana ilmu ilmu ekonomi itu lahir belakangan setelah praktek perdagangan itu berlangsung. Karenanya, banyak wirausahawan menasehati, lakukan terlebih dahulu wirausaha kemudian akan ditekahui dan dilihat rujukan-rujukan untuk melihat perkembangan.

Seperti pada blog Mbak Uchi, sangat inspiratif buat yang masih baru dalam berbisnis. Tulisan di bawah ini adalah pengalaman bisnis awal yang dimotorinya dan untungnya, Uchi ini adalah juga selain pebisnis ia pun adalah mahasiswi tentang bisnis.

[ Another stories ]

Nenek moyangku orang pelaut gemar mengarung luas samudra *lupa syair.. lalala.. menembus badai, sudah biasa!

Diperjalanan pulang ke rumah kemaren malam, selepas kerja seharian, diatas si hitam (baca: motor) sy merenung melihat beberapa anak jalanan dan pengemis yang duduk dipinggir jalan.. pikiran kembali menerawang, apa yg bisa memutar roda kehidupan mereka? perhatian pemerintahkah? dalam wujud seperti apa? karena uang bukanlah solusi untuk pemecahan masalah sistemik akan kemiskinan yg ada.

Lantas, apa hubungannya dengan lagu nenek moyangku pemirsa? (dibaca dengan aksen khas tayangan insert). Seingat sy (semoga sy tidak amnesia), dalam silsilah turun temurun keluarga sy tidak ada yg memiliki jiwa wirausaha. Banyak yang terpaku pada pakem bahwa jadi orang itu kalau belajar dan kuliah yang tinggi dan punya kerjaan yang bagus (baca: pny gaji bulanan tetap). Nah pradigm seperti itu memacu kami (anak-anak generasi mereka) untuk meluluskan jenjang pendidikan minimal S1 dan mencari pekerjaan.

Sy sudah pernah mengalami hal serupa…

Lihat pos aslinya 1.536 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s