Wirausaha untuk Kesetaraan

Ada ungkapan menarik dari Rasululah saw: “9 dari 10 pintu rizki ummatku ada di perdagangan” (Sabda Rasululloh Muhammad SAW)

Mulailah dengan mengerjakan apa yang perlu ; lalu kerjakanlah apa yang mungkin ; maka tiba-tiba anda mengerjakan yang mustahi ; (St. Francis dari assisi)

“Seorang Pengusaha yang paling sukses adalah dia yang berpegang pada hal-hal lama selama hal itu masih baik dan merebut hal hal baru begitu terbukti hal itu lebih baik” (Robert P Vanderpoel)

Jika di kalangan mahasiswa dan sekolah formal kini sudah kurikulum dan pelaksanaan  mata pelajaran wirausaha, maka jangan kalah  pula bahwa  program kesetaraan pun perlu diberdayakan. Pendidikan keterampilan yang sudah diajarkan adalah bagian dari upaya untu mewujudkan wiraswasta. Tinggal satu langkah lagi di mana produk itu perlu dipasarkan.

Pendidikan kesetaraan seperti program kursus keterampilan dan program paket yang dilaksanakan oleh PKBM atau lembaga LSM lainnya sangatlah strategis untuk melahirkan wirausaha kecil di daerah. Selama ini lahirnya wirausaha memang kerapkali karena dorongan pribadi.

Dalam pandangan umum, orang yang tanpa sekolah sudah bisa berdagang dan berwirausaha. Memang benar sekilas ungkapan ini. Namun dalam program kewirausahaan tidaklah hanya semata-mata berani berdagang tetapi ada ilmu catat-mencatat dan berbagai lingkup legalitlas.

Marilah kita bantu masyarakat dengan berbagai motivasi dan langkah-langkah nyata untu membimbing dan mengarhakn agar menjadi pengusaha kecil dalam kehidupannya. Program ketermapilan yang sudah didapatkan hendaknya diteruskan dengan program bimbingan usaha jasa/dagang.

Dengan demikian, diharapkan akan lahir lulusan program kesetaraan yang siap menjadi warga masyarakat yang berpenghasilan dan tidak  menjadi beban masyarakat.

Meskipun tidak semua berbakat, tetapi dengan bimbingan dan arahan serta pengorganisasian, maka bisa jadi PKBM bertindak sebagai agent of service dan para anggotanya menjadi bagian dari tenaga jasa/service.

Inilah yang dikehendaki oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi, dalam sebuah ceramahnya di depan para tutor PKBM saat mengikuti pelatihan kewirausahaan bagi para tutor, beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s