Ujian Paket atasi Putus Sekolah

Angka putus sekolah masih tinggi di berbagai daerah, hal ini bisa ditemui  di berbagai laporan media online.  Cukup memprihatinkan, angka putus sekolah kian hari masih  banyak saja. Alih-alih membesarkan anggaran pendidikan, tetapi persoalan angka putus sekolah tetap besar. Apakah ujian Paket mampu mengurangi angka itu?

Sebagai contoh, seperti diberitakan Republika, ada 5.578 muris Sekolah Dasar di NTB putus sekolah pada tahun 2010. Murid Sekolah Dasar di wilayah Nusa Tenggara Barat yang putus sekolah selama 2010 mencapai 5.578 orang dari total 600 ribu orang. Data tersebut menyebar di 10 kabupaten/kota.

Sementara itu, angka putus sekolah untuk anak  SLTP mencapai 3.041 orang di 2009 dan 2.415 orang di 2010 dari total 170.560 siswa. Angka putus sekolah di tingkat SMA mencapai 2.180 orang di 2009 dan 1.966 orang di 2010 dari total 92.445 orang siswa. Untuk tingkat SMK, angka putus sekolah mencapai 728 orang di 2009 dan 955 orang di 2010 dari total 35.990 orang siswa.

Jika dibandingkan dengan angka putus sekolah selama 2009 untuk tingkat Sekolah Dasar yang mencapai 6.008 orang, maka ada penurunan meskipun belum signifikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Safi’i, di Mataram, Rabu (23/2), seperti ditulis Republika.

“Data angka putus sekolah ini baru dari sekolah di bawah pengawasan langsung Dikpora provinsi dan kabupaten/kota. Masih ada sekolah di bawah Kanwil Kementerian Agama yang juga ada yang putus sekolah tetapi belum diberikan datanya,” ujarnya.

Ribuan Angka Putus Sekolah di Tasimalaya

Dan masih banyak lagi data temuan lain di tiap daerah. Seperti di Tasik Malaya,  sekitar 40 ribuan lebih anak di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tahun 2010 tercatat mengalami putus sekolah. Mereka tidak tamat SD atau SMP. Ada yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang tingkat SMP maupun SMA sederajat.

“Data itu baru berdasarkan pengkajian dari Dinas Sosial. Hingga tahun 2010, tercatat jumlah anak yang mengalami putus sekolah itu sekitar 40 ribuan,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Transmigrasi Kota Tasikmalaya, Awan S, saat menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat di Tasikmalaya, Selasa (8/2), seperti ditulis Republika.

Sumber: Antara, ROL

Apakah dengan begitu, mengurangi angka putus sekolah dengan cara ujian paket? jawabannya tentu diserahkan kepada masing-masing anggota masyarakat. Karena yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat itu sendiri.

Pemerintah telah memberikan kebebasan kepada para penyelenggara sekolah kesetaraan untuk memberikan pelayanan dan wajib menerima mereka yang ingin belajar kembali lantaran usianya sudah melewati batas sekolah, atau karena faktor lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s