Peran PKBM Memerangi Putus Sekolah

Peran PKBM memerangi angka putus sekolah sangatlah strategis. Sebab PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai jalur pendidikan non formal dan informal diselenggarakan. Paket A/B/C adalah program kesetaraan yang diselenggarakan di bawah naungan PKBM. Ujian kesetaraan yang dilakukan PKBM mampu mengurangi angka putus sekolah.


Peran pemerintah dalam rangka mengurangi beban putus sekolah sangat besar perhatianya, Anggaran APBN mencapai 286 trilyun. Hal ini akan disalurkan untuk pendidikan formal dan non formal. Namun tidak semua PKBM mendapatkan dana operasional. Meski demikian, PKBM tetap berupaya melayani siswa/i yang ingin belajar dan ujian, agar memiliki kesetaraan atau eligibilitas dengan sekolah umum/formal.

Dari berbagai laporan kita bisa melihat angka putus sekolah cukup tinggi, pengangguran di tingkat pelajar dan anak remaja yang putus sekolah menjadi persoalan yang perlu segera dikurangi.

Salah satunya adalah upaya yang dilakukan oleh kalangan per-bank-an contohnya Permata Bank, meluncurkan program “Unite for Education” di Jakarta beberapa waktu lalu.

National Geographic Indonesia melaporkan kegiatan itu, dalam tulisan di situsnya, mengutip Wakil Dirut Pertama Bank, “Perlu adanya upaya mengatasi anak putus sekolah. Upaya kecil yang dilakukan oleh masyarakat luas dan dilakukan dengan berkesinambungan dapat membawa perubahan besar. Demikian diucapkan oleh Herwidyatmo, Wakil Dirut Permata Bank saat peluncuran program “Unite for Education” (UfE) di Jakarta, Kamis (7/7 tahun 2011)

Putus Sekolah

Berdasarkan Kementerian Pendidikan Nasional di 2008, setiap tahunnya 1,5 juta remaja tidak dapat melanjutkan sekolah. Bahkan pada 2010, jumlah anak jalanan untuk daerah Jakarta saja sudah mencapai 4.000 anak (Bappenas).

Sementara itu, data tahun 2009 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa jumlah anak putus sekolah SD rata-rata 600.000 hingga 700.000 siswa per tahun. Sementara itu, jumlah anak putus sekolah SMP rata-rata 150.000 sampai 200.000 orang siswa setiap tahun.

Data BKKBN, di lain pihak, menyebut jumlah anak-anak putus sekolah tahun 2009 meningkat pesat dibandingkan jumlahnya pada 1996. Pada 1996, terdapat 1,7 juta siswa putus sekolah, sedangkan pada 2009, mencapai 11,7 juta siswa. Sebagian besar anak-anak tersebut berusia antara 7 hingga 15 tahun.

Berangkat dari dasar pemikiran itu, Permata Bank melalui PermataHati, program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus di bidang pendidikan dengan tujuan memberikan kualitas kehidupan lebih baik bagi anak bangsa, berinisiatif menyelenggarakan program akbar bertajuk “Unite for Education” itu.

Mengawali UfE, PermataHati menggelar kegiatan Fun Bike bersama di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, Minggu (10/7). Hasil penjualan tiket kegiatan tersebut didonasikan bagi pendidikan anak jalanan dan anak-anak kurang mampu. Dalam hal ini Permata Bank menjalin kerja sama dengan Sanggar Anak Akar serta Red Nose Foundation.

sumber: National Geographic

One thought on “Peran PKBM Memerangi Putus Sekolah

  1. Ping-balik: Penerapan E-Learning untuk PLS | PEDUKASI JAKARTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s