PPDB Paket A, Paket B dan Paket C

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) PKBM Edukasi Jakarta tahun ajaran 2017/2018 telah dimulai sejak tanggal 5 – 15 Juli 2017. Kepada masyarakat yang ingin memasukan putra-putrinya atau saudaranya ke program pendidikan setingkat SD, SMP dan SMA silakan datang ke tempat kami.

Fasilitas:
1. Ruangan full AC

2. Gedung milik sendiri

3. Tidak perlu pake Seragam

4. Waktu beljar Sabtu dan Minggu

5. Jam belajar fleksibel

6. Akses internet free 10 mb

Syarat-syarat:

  • Paket A 
  1. Memiliki Akte kelahiran dan KK
  2. Bebas usia
  3. Foto ukuran 3 x 4 dan 2 x 3 cm (masing-masing 5 dengan foto background merah berbaju putih)
  4. Guru bisa ke rumah (homeschooling)
  5. surat pindah bagi yang pindah sekolah
  6. Mengisi formulir
  7. membayar pendaftaran
  8. Biaya pendaftaran Rp 500.000,-
  • Paket B (SMP) 
  1. Memiliki Akte kelahiran dan KK
  2. Bebas usia bagi yang lewat usia sekolah
  3. Guru bisa ke rumah (homeschooling) bagi yang masih usia sekolah
  4. surat pindah bagi yang pindah sekolah
  5. Mengisi formulir
  6. Foto copy Ijazah SD/MI/Paket A yg telah dilegalisir oleh sekolah (stempel asli)
  7. Foto copy raport terakhir dengan legalisir dari sekolah (cap asli)
  8. Foto ukuran 3 x 4 dan 2 x 3 cm (masing-masing 5 dengan foto background merah berbaju putih)
  9. Biaya pendaftaran Rp 500.000,-

 

  • Paket C (SMA) 
  1. Memiliki Akte kelahiran dan KK
  2. Bebas usia bagi yang lewat usia sekolah
  3. Guru bisa ke rumah (homeschooling) bagi yang masih usia sekolah dan ingin belajar di rumah.
  4. surat pindah bagi yang pindah sekolah
  5. Mengisi formulir
  6. Foto copy Ijazah SMP/MTs/Paket B yg telah dilegalisir oleh sekolah (stempel asli)
  7. Foto copy raport terakhir dengan legalisir dari sekolah (cap asli)
  8. Foto ukuran 3 x 4 dan 2 x 3 cm (masing-masing 5 dengan foto background merah berbaju putih)
  9. Foto copy raport terakhir yang dilegalisir (stempel asli dari sekolah)
  10. Biaya pendaftaran Rp 500.000,-

 

Pendaftaran:

  1. setiap hari  (Senin – Minggu)
  2. Jam 8.30 – 21.00

PKBM Edukasi Jakarta

Jl. Peninggaran Timur II/2 RT.005/09 Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.. Phone: 021-7293220, 081284122450, 0852 1605 4445, 0812 9792 0568 (ibu Siti)

 

 

Aplikasi Membuat SKL

SKL Paket CMembuat Surat keterangan lulus (SKL)  bagi sebagian kita memang mengasikan dengan cara diketik satu persatu di program pengolah kata seperti microsoft word atau sejenisnya. Masalahnya jika peserta didiknya banyak sekali, tentu merepotkan harus copy paste dan mengganti satu persatu. Nah postingan ini unntuk mengatasi bagaimana mengerjakan SKL dalam waktu kurang dari lima menit tapi mampu menangani peserta didik ratusan. Syaratnya, memiliki data kelulusan Ujian Pendidikan Kesetaraan dan Ujian nasional yang nilainya sudah diinput  dalam tabel.

Baca lebih lanjut

e-Raport Paket A dan B

raport paket A

Raport paket A

Alhamdulillah akhirnya raport Paket A, Paket  B dan Raport versi baru Paket C telah rampung dibuat. Sebelumnya sudah dibuat raport digital Paket C   dipakai oleh teman-teman penyelenggara Paket C seluruh Indonesia atas inisiatif dari  Direktorat Pembinaan SMA yang waktu itu Paket C masuk dalam binaanya. Yang jelas e-raport ini dibuat agar tidak repot, simple dan mudah dipakai.

Karena kendala di sana-sini, kami belum bisa menyelesaikan aplikasi raport Paket A dan Paket B.  Namun  akhirnya baru tahun baru inilah raport ini sudah bisa diunduh dan diupload untuk siap dibagikan kepada teman-teman.

Baca lebih lanjut

Ikut UN harus Masuk Dapodik

dapodikKebijakan baru penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2017 bagi peserta didik Paket B dan Paket C adalah bahwa peserta didik yang akan mengikuti ujian nasional harus masuk ke dalam data pokok pendidikan (Dapodik), istilah untuk pendidikan kesetaraan adalah Dapodikmas (Data Pokok Pendidikan Masyarakat) yang beralamat di  “app.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/”

Bai satuan pendidikan penyelenggara pendidikan kursus dan kesetaraan wajib memasukan peserta didiknya secara online. JIka tidak memasukkan peserta didiknya ke dalam Dapodikmas ini maka dipastikan tidak bisa mengikuti ujian nasional. Karenanya, mutlak sekali peserta didik harus teregistrasi denganrapih untuk selanjutnya mengajar dan kalau tidak engajar tentu belajar.

Baca lebih lanjut

Mengikuti Sosialisasi Dapodik Kesetaraan

Data pokok pendidikan (dapodik) khusus kesertaaan kini sudah diluncurkan, semua satuan pendidikan seperti PKBM yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan wajib menginput data.

Bertempat di PKBM Negeri 09 Cilandak,  antara jam 09-14.00 Suku Dinas  Jakarta Selatan Wilayah 1,   mengikuti sosialisasi dapodik kesetaraan Dikmas, di PKBM Negeri 09. Dibimbing oleh tenaga ahli yang terbiasa mengurus Dapodik  Bapak Andung dengan didampingi Kepala Seksi PNFI Jakarta Selatan 1, Ibu Ernita Sinaga.

Baca lebih lanjut

Edukasi Jakarta Ikuti Lomba HAI 2015

logo pkbm edukasiAdmin PKBM Edukasi Jakarta dipercaya oleh Jakarta Selatan untuk mewakili lomba Pengelola PKBM dalam rangka Hari Aksara Internasional 2015 di DKI Jakarta. Yang diminta adalah best practise terhadap penyelenggaraan PKBM selama ini dalam rangka menuju kemandirian lembaga.
Alhamdulillah, lembaga kami bisa mandiri sejak awal tahun 2012, tanpa bantuan pemerintah, dengan terus berusaha menjadi lembaga yang bermartabat, kalau belum dikatakan baik. Lembaga non formal ygberusaha melayani peserta didik dengan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para peserta didik.
Lembaga yg bermartabat dalam pengertian ini adalah menyelenggarakan proses pendidikan di Kesetaraan berusaha agar sesuai dengan standar proses dan standar isi permendikbud No. 14/2007dan Permendikbud No. 03/2008, rutin setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tingkat kehadiran peserta didik yang konstan dan terjaga. Lembaga kami terbuka, siapapun boleh monitoring…
Produk PKBM Edukasi Jakarta dalam rangka mengangkat nama baik Pendidikan Kesetaraan di Indonesia cukup banyak yg bisa dibagikan bukan saja kepada peserta didik, lembaga kami, akan tetapi kepada lembaga lain seluruh Indonesia. Misalnya,
3. aplikasi agenda mengajar tutor
5. dan lainnya.
Demua itu bisa di download di sini…

Karena Lembaga kami tidak ingin hanya bermanfaat bagi lembaga sendiri, karena itu upaya memanfaatkan media shosial seperti Facebook dan lainnya berupaya untuk menshare berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan yang benar terhadap proses pendidikan Kesetaraan. Dampaknya bisa terlihat alhamdulillah Edukasi Jakarta terus berkembang dengan jumlah peserta didik naik secara signifikan. Dari awal berdiri tahun 2012 hanya 15 peserta didik, kemudian berkembang pesat hingga tahun pelajaran 2015/2016 mencapai angka 91 peserta didik dari Paket A, Paket B dan Paket C, terdiri dari kelas 1 dan 3 Paket A, B dan C.

Angka itu belum termasuk peserta didik dari kelompok belajar di tempat lain yang bekerja sama dengan lembaga kami baik dalam penyelenggarakan ujian nasional maupun dalam pengadaan tutor untuk di kirim ke kelompok belajar. Bila ditotal mencapai lebih dari 200 peserta didik yang masuk buku induk kami.

Kalau para Juri mengukur kemandirian lembaga adalah bukan itu semua,  maka kami harus belajar lebih banyak lagi kepada PKBM yang bakal menang sebagai juara I di DKI Jakarta.

Dua Peserta Didik Edukasi Jakarta Tembus PTN

Melalui jalur SBMPTN (Seleksi bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Hamda dan Rama diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

Dua peserta didik itu adalah Rama, setelah gagal di pilihan pertama kampus ITB namun bisa diterima di Fakultas teknik jurusan teknik elektro Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Purwokerto Jawa Tengah. Kemudian Hamda, gagal di pilihan pertama UI namun masih  diterima di fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri TIrtayasa, Serang, Banten.

Baca lebih lanjut

Verfikasi Ijazah Aseli

Jpeg

Jpeg

Ijazah asli peserta didik kini menjadi prasyarat utama peserta didik kesetaraan agar dapat mengikuti UN.

Hari ini Edukasi Jakarta kedatangan dua orang penilik PAUDNI yang rutin dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan pembinaan mereka.

Kali ini dua penilik memberikan surat edaran pendataan peserta didik, dan dilakukan pelaporannya setiap bulan.

Baca lebih lanjut

Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA)

anipeka-cSetelah sukses menerbitkan aplikasi raport pendidikan kesetaraan, ketua PKBM Edukasi meluncurkan kembali aplikasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan kesetaraan, yaitu Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA) Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan ini merupakan apliasi yang sangat bermanfaat bagi lembaga penyelenggara program Kesetaraan khususnya di wilayah DKI Jakarta, sebab dengan aplikasi ini, bukan mengadminisrasikan nilai semester saja  lebih lanjut dapat menata penilaian ujian pendidikan kesetaraan (UPK). Pengguna hanya memasukan nilai angka saja, selanjutnya, aplikasi yang dibuat mudah di excel ini akan menghitung sendiri berapa nilai rata-rata dan berapa nilai akhir. Selain itu penghitungan berikutnya adalah apakah peserta didik dinyatakan nilainya mendekati kelulusan atau jauh dari lulus, semua itu dapat dengan mudah ditemukan dalam aplikasi ini. Kendala selama ini yang ada di pendidikan kesetaraan adalah masalah administrasi penilaian, maka diharapkan dengan upaya ini, dapat menjawab persoalan yang berlarut-larut di pendidikan kesetaraan. Apliasi ini dapat dipakai oleh siapa saja, bahkan bagi yang baru mengenal komputer sekalipun. Aplikasi yang telah pernah diposting di grup HPTIK-PNF ini berguna untuk mengadministrasikan nilai-nilai pendidikan kesetaraan seperti Paket A, Paket B dan Paket C. Aplikasi ini khusus untuk  program Paket C. Adapun untuk Aplikasi nilai Paket B dan Paket A tengah diupayakan untuk segera dilaunching.

Petunjuk Penggunaan:

Aplikasi ini dipersiapkan sebagai format pendukung / bantuan yang dipergunakan untuk menginput / memasukkan Nilai Raport semester 3 s.d. 5 serta  Nilai Ujian Pendidikan Kesetaraan semua bidang studi pada Paket C yang mana sesuai dengan POS, kedua nilai tersebut (0,7 Nilai DK +0,3 Nilai Ujian PK) menjadi Nilai Pendidikan Kesetaraan.  Dengan program pada outputnya dapat dihasilkan Nilai Pendidikan Kesetaraan (pada sheet Print-Nilai Sekolah) Baca lebih lanjut

Aturan paket C sejak 2007, hingga kini Masih Bingung

JpegAturan mengenai pembelajaran program kesetaraan SMA (Paket C) sudah dibuat tahun 2007, namun hingga kini, masih banyak yang bingung menerapkannya.

Para penyelenggara program kesetaraan SMA khususnya tutor masih banyak yang belum memahami bagaimana mengelola pembelajaran yang sesungguhnya hingga akhir tahun 2014 ini.

Hal itu dikemukakan oleh nara sumber bapak Fauzi Kromosudiro, dari tim Paket C Direktorat Pembinaan SMA di PKBM Negeri 26 Bintaro dalam acara Inhouse training (IHT) tadi siang hingga dua hari ke depan. (Kamis, 18/12).

IHT yang akan berlangsung hingga 20 Desember ini merupakan program Direktorat Pembinaan SMA (DItPSMA) untuk Paket C penerima bansos yg berjumlah 50 lembaga seluruh Indonesia. PKBM Negeri 26 merupakan satu dari 4 PKBM pilihan direktorat untuk membelajarkan program paket C model.

Acara ini dibuka oleh Kasi PNFI Jakarta Selatan, ibu Tikrawati didampingi oleh penilik kec. Pesanggrahan, Bapak Yusuf Musa, rencananya acara ini diprogramkan untuk 50 pendidik Kesetaraan Paket C.

Dalam sesi materi, menurut pria yang mirip alm Munir ini, banyak penyelenggara Paket C yang tidak mengerti aturan main mengemas pembelajaran di Program paket C ini. Misalnya bagaimana seorang penyelenggara membagi jadwal pelajaran, ada yang asal jadi, ada yang dapat dipertanggungjawabkan karena hasil pemetaan SKK (satuan kredit kompetensi), di mana sumber SKK sendiri dikutip dari struktur kurikulum Paket C pada Permendiknas no. 14/2007.

Dalam acara IHT inilah, sesi pemetaan SKK merupakan sesi penting yang masing-masing tutor dapat memahami di mana harus pembelajaran tutorial, kapan harus mandiri dan bagaimana menata tatap muka. Selain itu, bagaimana para tutor diberi informasi bagaiaman mendistribusikan jumlah SKK untuk 6 semester (3 tahun) sebagaimana yang dijelaskan dalam struktur Kurikulum Kesetaraan SMA (Paket C).

Dari pemetaan SKK inilah sebenarnya bagaimana peluang dan juga kesempatan lembaga untuk membuat pembelajaran itu disesuaikan dengan kondisi dan siatusi lembaga.

Penyelenggara Paket C, tidak serta merta harus 5 hari belajar, atau bahkan 6 hari. Begitu juga mata pelajaran yang berjumlah 17 mapel tidak tidak harus dibelajarkan semuanya.

“Bagaimana nanti bayar tutornya apa kuat lembaga membayar seluruh jampel seperti sekolah formal dengan segenap tutornya”, katanya.

Dari segi efektifitas, program Paket C sangat fleksibel dalam pengaturan belajar, karena minimal 20% tatap muka dan minimal 30% tutorial dan selebihnya 50% dikemas dalam bentuk pembelajaran mandiri. Pengaturan lebih lanjut bisa fleksibel, namun ramb-rambu di atas akan melahirkan jam pelajaran per minggu minimal 16 jam pelajaran. Bandingkan dengan formal di mana mereka sudah ditetapkan dalam struktur kurikulumnya, misalnya harus 39 jpl/minggu.

Selain pengeturan jadwal, dan pemetaan SKK, para tutor diberikan penyegaran bagaimana dan apa kegiatan tatap muka, tutorial dan mandiri.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka gambaran mudahnya adalah belajar seperti di sekolah formal, sementara model tutorial adalah belajar seperti di bimbingan belajar yang dibahas masalah-masalah yang sulit dan butuh pembecahan antara tutor dan peserta didik. Adapun pembelajaran mandiri, merupakan belajar yang diatur sendiri oleh peserta didik guna memahami standar kompetisinya. Karenanya untuk pembelajaran tutorial ini, membutuhkan dokumen kontrak belajar.

“Kontrak belajar dibuat per semester, diawali dengan mencantumkan SK/KD yang harus dikuasai, kemudian ditandatangani oleh peserta didik yang kemudian pada evaluasi semester, mereka harus ikut semester pada mapel yang dimandirikan”, ujarnya.

Karenanya, menurut nara sumber yang telah mengisi IHT di 4 lembaga penerima bansos DKI ini menuturkan bahwa pembelajaran di Program Paket C hendaknya mengacu pada permendiknas no. 14/2007 dan standar proses no. 3/2008.

Tentang kurikulum 2013 sama sekali program Paket C belum bisa menyelenggarakan karena selain belum ada payung hukumnya, penyelenggara belum ada yang mencoba melakukan penerapan kurikulum 2013 pada Paket C, sehingga dengan demikian program Paket C tetap mengacu pada kurikulum 2007 dan sekolah formal yang belum menjalankan 3 semester kembali ke kurikulum 2006.

M. Kurtubi, Ketua PKBM Edukasi Jakarta

Pilih Paket C atau SMA?

JpegJAKARTA – PKBM Edukasi) Sejenak saat  penulis  memasuki ruangan Direktorat Pembinaan SMA (Dit PSMA)   ada yang menarik perhatian saya. Tepatnya di ruang tamu terdapat  brosur Paket C   berdampingan dengan brosur SMA. Timbul pertanyaan, benarkah Direktorat PSMA benar-benar serius menangani mutu pembinaan  Paket C  sebagaimana pembinaan kepada SMA?

Buru-buru penulis mengambilnya  dan  membacanya sambil menunggu proses penyerahan hasil Supervisi program Bansos Paket C yang saya monev kemarin.

Dengan adanya brosur Paket C dan SMA berdampingan saya mencatat point penting bahwa Paket C adalah program layanan pendidikan yang  sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Selain itu saya mencatat beberapa point penting:

Pertama, Jika masyarakat masih menganggap miring dengan Paket C, maka pemerintah justru menegakkan yang miring itu yang hampir jatuh terpuruk harga diri program ini yang sudah dijatuhkan oleh oknum di birokrat maupun di masyarakat.

Direktorat PSMA mengangkat harkat dan martabat program Paket C ini setara, se kufu, selevel, seirama , senafas dan senasib dan sepenanggungan dengan kakak iparnya yaitu Program SMA dan SMK. Paket C adalah sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Kedua, saat para penyelenggara program Paket C berusaha menolak diberesi mutunya, Pemerintah justru membuka kran luas kepada lembaga manapun tidak terbatas pada PKBM swasta atau PKBM Negeri, bahkan Pesantren, LKP, Majelis Ta’llim  dibolehkan melaksanakan program Kesetaraan, sehingga nantinya diharapkan ada peta yang jelas penyelenggara yg ideal atau yg abal-abal, yang tahunan atau yang musiman.

Ketiga, saat masyarakat menganggap Paket C akan diformalkan, pemerintah  justeru mengembalikan jatidiri nonformalnya sesuai aturan nonformal dan melarang diformalkan.

Keempat, Direktorat lain seperti  P2TK  yang menangani para  pendidik SMA/SMK/SLB  pun mulai memberikan penghargaan  kepada Pendidik Nonformal (Tutor), meski para tutor tidak diberikan tunjangan, hal ini dapat dimenegerti karena regulasi tentang itu hanya ada pada guru di pendidikan formal. Namun satu kemajuan adalah mereka memberikan penghargaan setara dalam bentuk lain,  misalnya dalam event nasional, semisal lomba guru, pengawas, dan kepala sekolah berprestasi, tutor kesetaraanpun diikutsertakan tanpa membedakan dengan ptk formal. Penghargaan lainnya, mengikutsertakan dalam bimtek nasional untuk para tutor pilihan setiap tahun.

Jika kemudian ada isu bahwa Pendidikan Kesetaraan ingin ditarik kembali kepada Direktorat Dikmas sebagai yang pernah melahirkan, apa kira-kira alasanya,  apakah karena  dulu belum sempat membangun dan membina Paket C dengan pembinaan yang intensif, sehingga sejak kelhiran dua Peraturan Menteri untuk Nonformal yaitu Permendikbud no.14/2007 dan Permendikbud no.3/2008   tahun 2007 baru berjalan pembinaan belum genap 3 tahun oleh Direktorat  Pembinaan SMA. Jadi selama permen tentang Paket C lahir, pembiaran terhadap pelaksanaan Paket C  upers kini dampaknya masih terasa sekarang.

Dengan niat baik pemerintah ingin meningkatkan mutu Paket C agar lulusannya setara dengan SMA, maka kepada masyarakat dapat menggunakan kesempatan memasuki Paket C yang kini tengah ditangani oleh Direktorat ini dengan lebih intensif.

Silakan download Brosur Paket C, dari Direktorat Pembinaan SMA. halaman muka  , halaman belakang

Sayap-sayap Patah

Selamat memasuki bulan Syawal, di bulan ini yang merupakan sequel dari bulan Ramadhan, merupakan awal pertama kali bagaimana menerapkan hasil puasa 1 bulan penuh. Sebab hakikat puasa adalah bagaimana mempraktekannya hasil puasanya itu selama 11 bulan yang akan datang. Lewat tulisan saya di blog ini saya merangkum beberapa ayat dan hadits Nabi SAW tentang sayap, tentu maksudnya adalah sayap secara maknawi. Tujuannya, tidak lain adalah sebagai refleksi diri dan siapa saja yang tertarik dengan hal ini.

Sayap-sayap patah merupakan sebuah refleksi bulan syawal 1435 H yang cukup menarik untuk dibaca dan ditelaah ulang, sebagai  bagian dari jawaban apa dan bagaimana perjalanan manusia pasca lebaran idul fitri ini. Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk memenuhi jatah sisa-sisa hidup kita ke depan.

SANTRI BUNTET

Refleksi Syawalan

Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya
Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?

Lihat pos aslinya 1.198 kata lagi

Aplikasi Raport Paket C

Aplilkasi laporan Raport Paket C telah selesai dirilis. Ini untuk memberikan kemudahan dalam proses pengadministrasian nilai sekaligus kelengkapan data peserta didik dan perljalanan belajarnya.

Aplikasi Raport Paket C digital ini telah diperiksa dan mendapat apresiasi dari tim pengembang Paket C Direktorat Pembinaan SMA, bapak Fauzi Kromosudiro dkk. Raport ini bahkan telah dibahas pertama kali dalam  sebuah workshop Dit PSMA di Hotel Preanger, Bandung,  bertema percepatan mutu pendidikan SMA bersama tim  Pengembang Paket C dan para guru pengembang Kurikulum 2013 beberapa bulan lalu.

Dua hari yang lalu, 16-19 Juli, Raport Paket C  ini juga dikenalkan kepada 50 lembaga penyelenggara Paket C binaan Direktorat PSMA yang terdiri dari PKBM Negeri dan SKB dari berbagai provinsi yang dipilih. Ke-50 lembaga ini akan menjadi percontohohan lembaga Paket C. Dan pada awal Juli bulan depan, penggunaan raport ini akan disosialisasikan penggunaanya kepada para tutor dalam acara Bimtek Tutor oleh Dit PSMA.

Di berbagai sekolah SMA raport digital atau raport yang pengelolaanya secara elektronik sudah menjadi hal yang lumrah dan dipakai hampir semua SMA/MA negeri dan swasta. Keuntungannya jelas sangat besar terutama dalam hal pengadministrasian nilai dan data peserta didik.

Apa yang membedakan raport Paket C ini dengan SMA? Tidak ada yang berbeda secara signifikan. Raport ini dibuat berdasarkan standar isi Permendikbud no.14 tahun 2014. Ada 17 mata pelajaran dengan tiga macam penilaian : Kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian ini tentu saja berdasarkan hasil instrumen penilaiai para tutor kepada peserta didik yang nilai akhirnya dicantumkan ke dalam raport.

Yang paling kentara perbedaaanya adalah pada raport SMA tidak akan muatan SKK (satuan kredit kompetensi) khas pendididkan kesetaraan. SKK ini muatan SKK yang dibelajarkan dengan tiga model: tatap muka, tutorial dan tugas mandiri. Ketiga model belajar ini ada penilaiannya saat  peserta didik menguasai tingkatan kompetensi.

Raport Paket C ini mudah dipakai, dan bebas dikembangkan. Tidak seperti pembuat aplikasi raport berbasis excel, biasanya diproteksi, untuk rapot ini tidak diproteksi, sehingga bebas untuk didesain dan diubah formatnya, begitu juga rumus-rumusnya bisa dilihat dan dikembangkan sendiri.

Pada akhirnya, raport ini bukanlah milik saya sebagai pengembang tetapi milik besama para penyelenggara pendidikan kesetaraan, semoga dengan raport ini dapat meningkatkan kedisiplinan untuk melaksanakan standar dan penilaiannya.

Jika Anda butuh versi baru, silakan unduh blog Pak Fauzi atau  silakan download langsung di sini.