Dua Peserta Didik Edukasi Jakarta Tembus PTN

foto un

Melalui jalur SBMPTN (Seleksi bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Hamda dan Rama diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

Dua peserta didik itu adalah Rama, setelah gagal di pilihan pertama kampus ITB namun bisa diterima di Fakultas teknik jurusan teknik elektro Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Purwokerto Jawa Tengah. Kemudian Hamda, gagal di pilihan pertama UI namun masih  diterima di fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri TIrtayasa, Serang, Banten.

Sesuai dengan impian orang tuanya dan juga niat yang kuat agar bisa kuliah di PTN rupanya memberikan energi positif bagi Hamda dan Rama untuk tetap fight dalam menghadapi masa depan dan hari-hari belajar di PKBM Edukasi yang diselenggaran setiap hari Sabtu dan Minggu ini.

Keduanya masuk jurusan IPA di Paket C ini, dan mereka pada awalnya sudah dikasih tahu bahwa PKBM Edukasi tidak menyediakan tutor Mapel IPA, Fisika, Kimia dan Biologi. Adapun Mapel lainnya seperti Matematika, English yang sama dengan jurusan IPS tersedia. Karenanya kami memberikan pilihan  bila ingin tetap menduduki jalur IPA, silakan mapel inti jurusan IPA dibelajarkan secara mandiri. Rupanya keduanya nekad tidak mengurungkan niatnya masuk Paket C di PKBM Edukasi.

Hamda Himada, misalnya, pernah drop out kelas XI SMAN XX karena tuduhan tawuran sehingga dengan terpaksa dia melanjutkan selama dua tahun di PKBM Edukasi kelanjutannya agar dapat memperoleh ijazah setingkat SMA dan bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan menggapai cita-citanya.

Sedangkan Ramadhan umurnya sudah cukup dewasa, ia “ngotot” ingin langsung kelas XII dan karenanya ia melakukan placement test. Ternyata soal-soal yang harusnya dikerjakan untuk kelas XII mampu mengerjakannya dengan baik bahkan nilai bahasa Inggris hampir 100. Saat mendaftarpun kami meminta raport SMP saat menyodorkan bukti raportnya nilainya A semuanya. Karena itu kami tidak meragukan potensi akademiknya untuk langsing ke kelas XII.

Meskipun dengan sarana yang terbatas tidak seperti sekolah negeri atau sekolah swasta, PKBM Edukasi Jakarta sebagai lembaga penyelenggara Paket C  yang berlokasi di Kebayoran Lama Utara ini, tetap terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat yang membutuhkan jenjang pendidikan setara SD, SMP dan SMA dengan terus berupaya menyesuaikan dengan standar isi dan standar proses Permendiknas (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) Permendikbud 14 tahun 2007 dan Permendiknas No. 03 tahun 2008.

Menjadi pelayan pendidikan non formal tidaklah mudah sebagaimana pendidikan model sekolah. Kendala sarana dan prasaran, juga pembinaan serta pengawasan dari dinas terkait tidak seketat pendidikan model sekolah. Hal ini tentu saja berdampak kepada mutu lulusan program pendidikan kesetaraan seperti Paket A, Paket B dan Paket C.

Tidak banyak lulusan Paket C yang bisa diterima di perguruan tinggi negeri, karenanya peserta didik yang bisa diterima di PTN tidaklah sama gaya belajar dan modelnya. Untunglah Paket C sebagai program pemerintah memberikan kebebasan kepada penyelenggara untuk mengatur jadwal dan aturan mainya hasil dari pengembangan Standar Proses dan Standar Isi yang ada.

Selamat untuk Hamda yang diterima di Universitas Tirtayasa, Banten jurusan Akuntasni dan Rama yang diterima di UNSOED jurusan Teknik Elektro semoga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk mengharumkan nama baik bangsa menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Mengikuti Sosialisasi Dapodik Kesetaraan

dapo2

Data pokok pendidikan (dapodik) khusus kesertaaan kini sudah diluncurkan, semua satuan pendidikan seperti PKBM yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan wajib menginput data.

Bertempat di PKBM Negeri 09 Cilandak,  antara jam 09-14.00 Suku Dinas  Jakarta Selatan Wilayah 1,   mengikuti sosialisasi dapodik kesetaraan Dikmas, di PKBM Negeri 09. Dibimbing oleh tenaga ahli yang terbiasa mengurus Dapodik  Bapak Andung dengan didampingi Kepala Seksi PNFI Jakarta Selatan 1, Ibu Ernita Sinaga.

Dapodik (data pokok pendidikan) Pendidikan Masyarakat dalam hal ini adalah PKBM sebagai penyelenggara program Paket A, B dan C harus menginput peserta didiknya dengan detail dan lebih teliti lagi. Misalnya, hal yg biasanya tidak pernah dilakukan adalah memasukkan NISN, nomor NIK dan nomor peserta UN serta SKHUN. Komponen ini menjadi wajib dimasukan, untuk menunjukan valid tidaknya seorang peserta didik.

Karenanya, sekarang peserta program Paket A, B dan C mesti berhati-hati tentang data pendukungnya, harus benar2 asli dengan legalisir dari satuan pendidikan sebelumnya. Selain itu, menjadi hal penting yg harus diperhatikan adalah menjadi peserta didik merupakan bagian dari proses yg diketahui bukan saja oleh lembaga pendidikan, tetapi oleh pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Dalam acara yg harusnya dihadiri oleh semua penjab PKBM se Jakarta Selatan 1 ini kita diminta memasukan data pesdik dll sebelum tanggal 31 Desember. Nantinya data yg masuk ke sini, akan diverifikasi oleh Dinas Kota, maka secara online pula semua peserta didik yg dimasukkan ke dapodik itu bisa ikut UN atau tidak rergantung kelengakapan data dan pengesahan Kab/Kota.

Selain itu, dengan online pula kita bisa mengajukan nomor NISN Pesdik, sesuai POS UN bahwa peserta didik yang ikut ujian nasional harus memiliki  NISN maka fasilitas dapodik  ini satu-satunya jalan guna mendapat NISN dengan akurat karena langsung dari sumbernya.

Setelah satuan pendidikan mendata semua perangkat pendidikannya ke 8355 milik DKI Jakarta datadikdki.net, kemudian masuk pula di aplikasi Admin 43 milik Puspendik, dalam bulan Desember ini punla, dibebani satu lagi yaitu dapodik milik Kementerian, kenapa gak kompak kerjasama ya, kasihan satuan pendidikan spt PKBM yg minus PTK harus pintar-pintar bagi waktu agar bisa menyelesaikan semuanya. Dari sini saya belajar bahwa mengurus pendidikan itu harus ekstra smart, ekstra strong n extra joss…

Edukasi Jakarta Ikuti Lomba HAI 2015

logo pkbm edukasiAdmin PKBM Edukasi Jakarta dipercaya oleh Jakarta Selatan untuk mewakili lomba Pengelola PKBM dalam rangka Hari Aksara Internasional 2015 di DKI Jakarta. Yang diminta adalah best practise terhadap penyelenggaraan PKBM selama ini dalam rangka menuju kemandirian lembaga.
Alhamdulillah, lembaga kami bisa mandiri sejak awal tahun 2012, tanpa bantuan pemerintah, dengan terus berusaha menjadi lembaga yang bermartabat, kalau belum dikatakan baik. Lembaga non formal ygberusaha melayani peserta didik dengan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para peserta didik.
Lembaga yg bermartabat dalam pengertian ini adalah menyelenggarakan proses pendidikan di Kesetaraan berusaha agar sesuai dengan standar proses dan standar isi permendikbud No. 14/2007dan Permendikbud No. 03/2008, rutin setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tingkat kehadiran peserta didik yang konstan dan terjaga. Lembaga kami terbuka, siapapun boleh monitoring…
Produk PKBM Edukasi Jakarta dalam rangka mengangkat nama baik Pendidikan Kesetaraan di Indonesia cukup banyak yg bisa dibagikan bukan saja kepada peserta didik, lembaga kami, akan tetapi kepada lembaga lain seluruh Indonesia. Misalnya,
3. aplikasi agenda mengajar tutor
5. dan lainnya.
Demua itu bisa di download di sini…

Karena Lembaga kami tidak ingin hanya bermanfaat bagi lembaga sendiri, karena itu upaya memanfaatkan media shosial seperti Facebook dan lainnya berupaya untuk menshare berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan yang benar terhadap proses pendidikan Kesetaraan. Dampaknya bisa terlihat alhamdulillah Edukasi Jakarta terus berkembang dengan jumlah peserta didik naik secara signifikan. Dari awal berdiri tahun 2012 hanya 15 peserta didik, kemudian berkembang pesat hingga tahun pelajaran 2015/2016 mencapai angka 91 peserta didik dari Paket A, Paket B dan Paket C, terdiri dari kelas 1 dan 3 Paket A, B dan C.

Angka itu belum termasuk peserta didik dari kelompok belajar di tempat lain yang bekerja sama dengan lembaga kami baik dalam penyelenggarakan ujian nasional maupun dalam pengadaan tutor untuk di kirim ke kelompok belajar. Bila ditotal mencapai lebih dari 200 peserta didik yang masuk buku induk kami.

Kalau para Juri mengukur kemandirian lembaga adalah bukan itu semua,  maka kami harus belajar lebih banyak lagi kepada PKBM yang bakal menang sebagai juara I di DKI Jakarta.

Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA)

anipeka-c

anipeka-cSetelah sukses menerbitkan aplikasi raport pendidikan kesetaraan, ketua PKBM Edukasi meluncurkan kembali aplikasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan kesetaraan, yaitu Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan (ANIPEKA) Aplikasi Nilai Pendidikan Kesetaraan ini merupakan apliasi yang sangat bermanfaat bagi lembaga penyelenggara program Kesetaraan khususnya di wilayah DKI Jakarta, sebab dengan aplikasi ini, bukan mengadminisrasikan nilai semester saja  lebih lanjut dapat menata penilaian ujian pendidikan kesetaraan (UPK). Pengguna hanya memasukan nilai angka saja, selanjutnya, aplikasi yang dibuat mudah di excel ini akan menghitung sendiri berapa nilai rata-rata dan berapa nilai akhir. Selain itu penghitungan berikutnya adalah apakah peserta didik dinyatakan nilainya mendekati kelulusan atau jauh dari lulus, semua itu dapat dengan mudah ditemukan dalam aplikasi ini. Kendala selama ini yang ada di pendidikan kesetaraan adalah masalah administrasi penilaian, maka diharapkan dengan upaya ini, dapat menjawab persoalan yang berlarut-larut di pendidikan kesetaraan. Apliasi ini dapat dipakai oleh siapa saja, bahkan bagi yang baru mengenal komputer sekalipun. Aplikasi yang telah pernah diposting di grup HPTIK-PNF ini berguna untuk mengadministrasikan nilai-nilai pendidikan kesetaraan seperti Paket A, Paket B dan Paket C. Aplikasi ini khusus untuk  program Paket C. Adapun untuk Aplikasi nilai Paket B dan Paket A tengah diupayakan untuk segera dilaunching.

Petunjuk Penggunaan:

Aplikasi ini dipersiapkan sebagai format pendukung / bantuan yang dipergunakan untuk menginput / memasukkan Nilai Raport semester 3 s.d. 5 serta  Nilai Ujian Pendidikan Kesetaraan semua bidang studi pada Paket C yang mana sesuai dengan POS, kedua nilai tersebut (0,7 Nilai DK +0,3 Nilai Ujian PK) menjadi Nilai Pendidikan Kesetaraan.  Dengan program pada outputnya dapat dihasilkan Nilai Pendidikan Kesetaraan (pada sheet Print-Nilai Sekolah) Baca lebih lanjut

Aturan paket C sejak 2007, hingga kini Masih Bingung

JpegAturan mengenai pembelajaran program kesetaraan SMA (Paket C) sudah dibuat tahun 2007, namun hingga kini, masih banyak yang bingung menerapkannya.

Para penyelenggara program kesetaraan SMA khususnya tutor masih banyak yang belum memahami bagaimana mengelola pembelajaran yang sesungguhnya hingga akhir tahun 2014 ini.

Hal itu dikemukakan oleh nara sumber bapak Fauzi Kromosudiro, dari tim Paket C Direktorat Pembinaan SMA di PKBM Negeri 26 Bintaro dalam acara Inhouse training (IHT) tadi siang hingga dua hari ke depan. (Kamis, 18/12).

IHT yang akan berlangsung hingga 20 Desember ini merupakan program Direktorat Pembinaan SMA (DItPSMA) untuk Paket C penerima bansos yg berjumlah 50 lembaga seluruh Indonesia. PKBM Negeri 26 merupakan satu dari 4 PKBM pilihan direktorat untuk membelajarkan program paket C model.

Acara ini dibuka oleh Kasi PNFI Jakarta Selatan, ibu Tikrawati didampingi oleh penilik kec. Pesanggrahan, Bapak Yusuf Musa, rencananya acara ini diprogramkan untuk 50 pendidik Kesetaraan Paket C.

Dalam sesi materi, menurut pria yang mirip alm Munir ini, banyak penyelenggara Paket C yang tidak mengerti aturan main mengemas pembelajaran di Program paket C ini. Misalnya bagaimana seorang penyelenggara membagi jadwal pelajaran, ada yang asal jadi, ada yang dapat dipertanggungjawabkan karena hasil pemetaan SKK (satuan kredit kompetensi), di mana sumber SKK sendiri dikutip dari struktur kurikulum Paket C pada Permendiknas no. 14/2007.

Dalam acara IHT inilah, sesi pemetaan SKK merupakan sesi penting yang masing-masing tutor dapat memahami di mana harus pembelajaran tutorial, kapan harus mandiri dan bagaimana menata tatap muka. Selain itu, bagaimana para tutor diberi informasi bagaiaman mendistribusikan jumlah SKK untuk 6 semester (3 tahun) sebagaimana yang dijelaskan dalam struktur Kurikulum Kesetaraan SMA (Paket C).

Dari pemetaan SKK inilah sebenarnya bagaimana peluang dan juga kesempatan lembaga untuk membuat pembelajaran itu disesuaikan dengan kondisi dan siatusi lembaga.

Penyelenggara Paket C, tidak serta merta harus 5 hari belajar, atau bahkan 6 hari. Begitu juga mata pelajaran yang berjumlah 17 mapel tidak tidak harus dibelajarkan semuanya.

“Bagaimana nanti bayar tutornya apa kuat lembaga membayar seluruh jampel seperti sekolah formal dengan segenap tutornya”, katanya.

Dari segi efektifitas, program Paket C sangat fleksibel dalam pengaturan belajar, karena minimal 20% tatap muka dan minimal 30% tutorial dan selebihnya 50% dikemas dalam bentuk pembelajaran mandiri. Pengaturan lebih lanjut bisa fleksibel, namun ramb-rambu di atas akan melahirkan jam pelajaran per minggu minimal 16 jam pelajaran. Bandingkan dengan formal di mana mereka sudah ditetapkan dalam struktur kurikulumnya, misalnya harus 39 jpl/minggu.

Selain pengeturan jadwal, dan pemetaan SKK, para tutor diberikan penyegaran bagaimana dan apa kegiatan tatap muka, tutorial dan mandiri.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka gambaran mudahnya adalah belajar seperti di sekolah formal, sementara model tutorial adalah belajar seperti di bimbingan belajar yang dibahas masalah-masalah yang sulit dan butuh pembecahan antara tutor dan peserta didik. Adapun pembelajaran mandiri, merupakan belajar yang diatur sendiri oleh peserta didik guna memahami standar kompetisinya. Karenanya untuk pembelajaran tutorial ini, membutuhkan dokumen kontrak belajar.

“Kontrak belajar dibuat per semester, diawali dengan mencantumkan SK/KD yang harus dikuasai, kemudian ditandatangani oleh peserta didik yang kemudian pada evaluasi semester, mereka harus ikut semester pada mapel yang dimandirikan”, ujarnya.

Karenanya, menurut nara sumber yang telah mengisi IHT di 4 lembaga penerima bansos DKI ini menuturkan bahwa pembelajaran di Program Paket C hendaknya mengacu pada permendiknas no. 14/2007 dan standar proses no. 3/2008.

Tentang kurikulum 2013 sama sekali program Paket C belum bisa menyelenggarakan karena selain belum ada payung hukumnya, penyelenggara belum ada yang mencoba melakukan penerapan kurikulum 2013 pada Paket C, sehingga dengan demikian program Paket C tetap mengacu pada kurikulum 2007 dan sekolah formal yang belum menjalankan 3 semester kembali ke kurikulum 2006.

M. Kurtubi, Ketua PKBM Edukasi Jakarta

Pilih Paket C atau SMA?

JpegJAKARTA – PKBM Edukasi) Sejenak saat  penulis  memasuki ruangan Direktorat Pembinaan SMA (Dit PSMA)   ada yang menarik perhatian saya. Tepatnya di ruang tamu terdapat  brosur Paket C   berdampingan dengan brosur SMA. Timbul pertanyaan, benarkah Direktorat PSMA benar-benar serius menangani mutu pembinaan  Paket C  sebagaimana pembinaan kepada SMA?

Buru-buru penulis mengambilnya  dan  membacanya sambil menunggu proses penyerahan hasil Supervisi program Bansos Paket C yang saya monev kemarin.

Dengan adanya brosur Paket C dan SMA berdampingan saya mencatat point penting bahwa Paket C adalah program layanan pendidikan yang  sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Selain itu saya mencatat beberapa point penting:

Pertama, Jika masyarakat masih menganggap miring dengan Paket C, maka pemerintah justru menegakkan yang miring itu yang hampir jatuh terpuruk harga diri program ini yang sudah dijatuhkan oleh oknum di birokrat maupun di masyarakat.

Direktorat PSMA mengangkat harkat dan martabat program Paket C ini setara, se kufu, selevel, seirama , senafas dan senasib dan sepenanggungan dengan kakak iparnya yaitu Program SMA dan SMK. Paket C adalah sama derajat dan martabatnya dengan SMA.

Kedua, saat para penyelenggara program Paket C berusaha menolak diberesi mutunya, Pemerintah justru membuka kran luas kepada lembaga manapun tidak terbatas pada PKBM swasta atau PKBM Negeri, bahkan Pesantren, LKP, Majelis Ta’llim  dibolehkan melaksanakan program Kesetaraan, sehingga nantinya diharapkan ada peta yang jelas penyelenggara yg ideal atau yg abal-abal, yang tahunan atau yang musiman.

Ketiga, saat masyarakat menganggap Paket C akan diformalkan, pemerintah  justeru mengembalikan jatidiri nonformalnya sesuai aturan nonformal dan melarang diformalkan.

Keempat, Direktorat lain seperti  P2TK  yang menangani para  pendidik SMA/SMK/SLB  pun mulai memberikan penghargaan  kepada Pendidik Nonformal (Tutor), meski para tutor tidak diberikan tunjangan, hal ini dapat dimenegerti karena regulasi tentang itu hanya ada pada guru di pendidikan formal. Namun satu kemajuan adalah mereka memberikan penghargaan setara dalam bentuk lain,  misalnya dalam event nasional, semisal lomba guru, pengawas, dan kepala sekolah berprestasi, tutor kesetaraanpun diikutsertakan tanpa membedakan dengan ptk formal. Penghargaan lainnya, mengikutsertakan dalam bimtek nasional untuk para tutor pilihan setiap tahun.

Jika kemudian ada isu bahwa Pendidikan Kesetaraan ingin ditarik kembali kepada Direktorat Dikmas sebagai yang pernah melahirkan, apa kira-kira alasanya,  apakah karena  dulu belum sempat membangun dan membina Paket C dengan pembinaan yang intensif, sehingga sejak kelhiran dua Peraturan Menteri untuk Nonformal yaitu Permendikbud no.14/2007 dan Permendikbud no.3/2008   tahun 2007 baru berjalan pembinaan belum genap 3 tahun oleh Direktorat  Pembinaan SMA. Jadi selama permen tentang Paket C lahir, pembiaran terhadap pelaksanaan Paket C  upers kini dampaknya masih terasa sekarang.

Dengan niat baik pemerintah ingin meningkatkan mutu Paket C agar lulusannya setara dengan SMA, maka kepada masyarakat dapat menggunakan kesempatan memasuki Paket C yang kini tengah ditangani oleh Direktorat ini dengan lebih intensif.

Silakan download Brosur Paket C, dari Direktorat Pembinaan SMA. halaman muka  , halaman belakang

Sayap-sayap Patah

Selamat memasuki bulan Syawal, di bulan ini yang merupakan sequel dari bulan Ramadhan, merupakan awal pertama kali bagaimana menerapkan hasil puasa 1 bulan penuh. Sebab hakikat puasa adalah bagaimana mempraktekannya hasil puasanya itu selama 11 bulan yang akan datang. Lewat tulisan saya di blog ini saya merangkum beberapa ayat dan hadits Nabi SAW tentang sayap, tentu maksudnya adalah sayap secara maknawi. Tujuannya, tidak lain adalah sebagai refleksi diri dan siapa saja yang tertarik dengan hal ini.

Sayap-sayap patah merupakan sebuah refleksi bulan syawal 1435 H yang cukup menarik untuk dibaca dan ditelaah ulang, sebagai  bagian dari jawaban apa dan bagaimana perjalanan manusia pasca lebaran idul fitri ini. Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk memenuhi jatah sisa-sisa hidup kita ke depan.

SANTRI BUNTET

Refleksi Syawalan

Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya
Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?

Lihat pos aslinya 1.198 kata lagi

Aplikasi Raport Paket C

Aplilkasi laporan Raport Paket C telah selesai dirilis. Ini untuk memberikan kemudahan dalam proses pengadministrasian nilai sekaligus kelengkapan data peserta didik dan perljalanan belajarnya.

Aplikasi Raport Paket C digital ini telah diperiksa dan mendapat apresiasi dari tim pengembang Paket C Direktorat Pembinaan SMA, bapak Fauzi Kromosudiro dkk. Raport ini bahkan telah dibahas pertama kali dalam  sebuah workshop Dit PSMA di Hotel Preanger, Bandung,  bertema percepatan mutu pendidikan SMA bersama tim  Pengembang Paket C dan para guru pengembang Kurikulum 2013 beberapa bulan lalu.

Dua hari yang lalu, 16-19 Juli, Raport Paket C  ini juga dikenalkan kepada 50 lembaga penyelenggara Paket C binaan Direktorat PSMA yang terdiri dari PKBM Negeri dan SKB dari berbagai provinsi yang dipilih. Ke-50 lembaga ini akan menjadi percontohohan lembaga Paket C. Dan pada awal Juli bulan depan, penggunaan raport ini akan disosialisasikan penggunaanya kepada para tutor dalam acara Bimtek Tutor oleh Dit PSMA.

Di berbagai sekolah SMA raport digital atau raport yang pengelolaanya secara elektronik sudah menjadi hal yang lumrah dan dipakai hampir semua SMA/MA negeri dan swasta. Keuntungannya jelas sangat besar terutama dalam hal pengadministrasian nilai dan data peserta didik.

Apa yang membedakan raport Paket C ini dengan SMA? Tidak ada yang berbeda secara signifikan. Raport ini dibuat berdasarkan standar isi Permendikbud no.14 tahun 2014. Ada 17 mata pelajaran dengan tiga macam penilaian : Kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian ini tentu saja berdasarkan hasil instrumen penilaiai para tutor kepada peserta didik yang nilai akhirnya dicantumkan ke dalam raport.

Yang paling kentara perbedaaanya adalah pada raport SMA tidak akan muatan SKK (satuan kredit kompetensi) khas pendididkan kesetaraan. SKK ini muatan SKK yang dibelajarkan dengan tiga model: tatap muka, tutorial dan tugas mandiri. Ketiga model belajar ini ada penilaiannya saat  peserta didik menguasai tingkatan kompetensi.

Raport Paket C ini mudah dipakai, dan bebas dikembangkan. Tidak seperti pembuat aplikasi raport berbasis excel, biasanya diproteksi, untuk rapot ini tidak diproteksi, sehingga bebas untuk didesain dan diubah formatnya, begitu juga rumus-rumusnya bisa dilihat dan dikembangkan sendiri.

Pada akhirnya, raport ini bukanlah milik saya sebagai pengembang tetapi milik besama para penyelenggara pendidikan kesetaraan, semoga dengan raport ini dapat meningkatkan kedisiplinan untuk melaksanakan standar dan penilaiannya.

Jika Anda butuh versi baru, silakan unduh blog Pak Fauzi atau  silakan download langsung di sini. 

Ijazah Paket C

Kabid-PNFi-Yuliasmidi-Spd-2

Apakah perbedaan antara ijazah paket C dengan SMA?

Pertanyaan ini kerapkali muncul pada peserta didik dan atau masyarakat yang ingin mengetahui. Yang dikedepankan selama ini ijazah paket C dengan SMA tidaklah ada perbedaannya. Ijazah Paket C memiliki hak eligibilitas yang sama dengan lulusan SMA.

Dengan adanya hak tersebut, maka lulusan paket C yang telah mendapatkan ijazah berhak untuk melanjutkan belajar di perguruan tinggi negeri atau swasta. Selain itu, bisa untuk kenaikan pangkat dan golongan bagai pegawai negeri.

Demikianlah kelebihan yang ada pada lulusan Paket C tidak ada perbedaan berarti di sana, cenderung sama dan memiliki hak eligibilitas yang setara.

Kembali kepada pertanyaan di awal tulisan, di manakah letak perbedaanya antara ijazah paket C dengan SMA/SMK/Madrasah Aliyah?

Hanya ada satu perbedaan mencolok dari kedua jenis ijazah setingkat SLTA ini, Jika SMA/SMK/MA ditandatangani oleh kepala sekolah, maka ijazah paket C ditandatangani oleh kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten.

Demikian, penjelasan dari kami, semoga tidak ada lagi perlakuan diskrimansi terhadap lulusan Paket C.

Penerapan E-Learning untuk PLS

elearning

Kali ini PKBM Edukasi ingin menulis tentang istilah pembelajaran online yang berkembang selama ini dan bagaimana penerapanya untuk mendukung pendidikan luar sekolah (PLS),.

Pendidikan luar sekolah (PLS)  tidak lain yang dimaksud adalah  pendidikan luar sekolah atau pembelajaran non formal dan informal yang mengambil jalur bukan jalur  sekolah, seperti kursus, kejar paket A, Paket B atau Paket C.  Meskipun di luar jalur sekolah, tetapi diatur oleh satu departemen yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud RI). Makanya ijazahnya disetarakan dengan pendidikan jalur sekolah.

Sebagaimana diketahui oleh publik, bahwa PKBM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki program pendidikan yang sangat bermanfaat untuk melayani masyarakat yang belum tuntas belajarnya. Baik yang tingkat SD, SMP maupun belum tuntas SMA. Dengan mengikuti program Paket A, B dan C mereka bisa mendapatkan hak eligibilitas lulusannya yang setara dengan sekolah formal.

Nah untuk mendukung pembelajaran di sekolah non formal seperti program paket yang diadakan di PKBM, Home Schooling, kelompok belajar atau di manapun, maka alternatif cara belajarnya paling cocok menggunakan gabungan pembelajarn biasa (klasikal) ditambah dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi informatika.

Pembelajaran dengan TIK ini sangat mendukung untuk belajar mandiri sebab di kelas-kelas program paket sangat terbatas waktunya, sementara di kelas pendidikan formal sangat luas cakupan waktunya. Karenanya, agar warga belajar bisa menyaingin murid-murid sekolah formal, maka jangan ragu untuk memanfaatkan semaksimal mungkin sumber belajar yang telah disediakan sangat melimpah di jagat internet ini.

Kepada para tutor kesetaraan juga mestinya memanfaatkan ini dan tidak ketinggalan informasi dengan warga belajar. Sebab dengan dukungan teknologi, warga belajar bisa bebas belajar di mana saja, kapan saja dan matari apapun.

Jenis pembelajaran yang mendukung program kesetaraan :

i-learning  singkatan dari internet learning (pembelajaran berbasis  internet);

e-learning, singakatan dari electronic learning (pembelajaran via alat-alat elektronik) seperti CD tutorial, Radio, TV, Podcast dan lain-lain.

d-learning singkatan dari distance learning (pembalajaran jarak jauh). Antara guru dan murid tidak dibatasi oleh sekat-sekat ruang. Mereka bisa bertemu di dunia maya atau di internet, Radio, Televisi secara real time.

m-learning singkatan dari mobile learning (pembelajaran melalui handphone). Revolusi pembelajaran via handphone ini sangat menguntungkan sebab banyak sekali peserta didik sekarang tidak jauh dari handphone.

Penerapannya

Untuk mendukung program itu, maka yang diperlukan hanya dua hal:

pertama, pasang internet dan jaringan hotspot atau kabel internet

kedua, latihlah para tenaga pendidik dan kependidikan untuk memanfaatkan itu semua;

ketiga, kenalkan program-program gratis dari diknas, dan masyarakat umum yang ada tersedia di internet, atau membuat karya sendiri.

Kontent atau Sumber belajar bisa didapatkan dari berbagai sumber misalnya:

  1. Blog
  2. Ensiklopedia
  3. Wikipedia
  4. e-dukasi.net
  5. rumah belajar
  6. m-edukasi.net
  7. dan lain-lain.

Sumber belajar dan sarana itu semua kini telah berlimpah ruah banyaknya. Tinggal bagaimana kebijakan dan desain pembelajaran di tiap-tiap satuan belajar peserta didik.

Tidaklah sulit untuk memanfaatkan semua itu, karena semua orang kini telah mahir dan familiar dengan penggunaan teknologi nformasi dari mulai penggunaan handphone, internet dan koneksi berbagai perangkat nirkabel lainnya.

Semua itu kembali kepada tutor/guru masing-masing. Meskipun guru bukan segala-galanya dalam kesuksesan belajar, namun semua itu bermula dari guru.

 

M. Kurtubi –  Ketua PKBM Edukasi , Jakarta

 

Tidak Lulus SMA Ikuti Paket C

GambarPada tanggal 15-18 April 2013 adalah “pertempuran” habis-habisan siswa SMA  menundukkan soal-soal ujian nasional (UN) hasil dari belajar tiga tahun. Nilai kelulusan naik menjadi 99,86 persen sehingga hanya 76 siswa yg gagal UN dari 125 ribu pelajar DKI. Bagi mereka yang tidak lulus, bisa mengikuti ujian paket C. 

Ujian Paket C sendiri merupakan “hajatan” nasional dari Kemdikbud RI bersamaan dengan ujian Nasional sekolah SMA formal. Sehingga kedudukan warga belajar Paket C dan siswa sekolah SMA sama-sama memiliki hak untuk diakui secara hukum. 

Perbedaan apakah yang mendasari SMA dan Paket C?
Hampir sulit menemukan perbedaan antara lulusan paket C dengan SMA. Sebab antara keduanya memiliki ijazah yang disyahkan oleh dinas pendidikan di masing-masing wilayah. Hanya saja di ijazah tertulis jika lulusan SMA sedangkan warga belajar ditulis lulusan program Paket C.  

Dari sisi kesulitan soal-soal yang ditest, hampir sama tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penguasaan materi ujian. Hal ini dikarenakan materi soal SMA dan Paket C berasal dari kurikulum yang sama, dan buku-buku yang sama pula. Namun sedikit perbedaanya, pada pelajaran bahasa Inggris, bila di SMA ada listening sementara untuk Paket C tidak ada. Namun bobot materinya hampir sama. 

Kelebihan Paket C dbanding SMA

Dari urian di atas, terdapat nilai-nilai yang setara  antara SMA dan Paket C, dan tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya. Di sisi lain pendidikan di kejar paket C  lebih unggul dibanding sekolah SMA. Terutama dalam hal kelola waktu belajarnya. 

Jika di SMA menggunakan pola full day learning, di Paket C justru menggunakan pola long life learning. Usia dan umur tidak menjadi kendala belajar di Paket C begitupula  waktu belajar disetting dengan disesuaikan dengan waktu belajarnya. Dari sisi ini, waga paket C bisa diikuti oleh mereka yang usianya sudah over limit sedangkan siswa SMA dibatasi usianya. 

Selain usia yang dibatasi, waktu belajar bagi warga belajar Paket C tidak setiap hari, mereka cukup melakukan tatap muka minimal 20% kehadiran selebihnya adalah tugas mandiri dan tutorial. Namun meskipun hanya 20% kehadiran, mereka ditantang untuk terus menggeluti dan menyelesaikan kompetensi yang ditetapkan satuan pendidikan. 

Pola belajar yang diterapkan pada warga belajar paket C mirip dengan pola belajar di perkuliahan. Ujian mandiri, ujian lisan, dialog non formal dan itneraksi antara tutor dan warga belajar dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja sesuai dengan masing-masing tutor menyepakatinya.

Selain hal tersebut, bagaimana dengan biaya pelaksanaan program paket C? 
Khusus di PKBM Edukasi Jakarta, tidak membebani terlalu berat, kami hanya menetapkan Rp. 50 ribu per bulan untuk SPP.  

Dengan adanya kelebihan-kelebihan tersebut, maka segeralah bagi anda yang belum lulus tingkat SMA namun umur sudah tidak memungkinkan, ikutilah program Paket C dari PKBM Edukasi Jakarta. Kami siap melayani pendidikan kesetaraan dan program keterampilan. 

 

Pelatihan Tutor Paket C dan Paket B

Paket C PKBM Edukasi

Guna meningkatkan mutu pendidikan di tingkat Pendidikan Kesetaraan seperti Paket B dan Paket C, maka upaya pelatihan Tutor merupakan program yang sangat penting.

Pelatihan Tutor Paket C dan Paket B belangsung 29-30 April 2013 bertempat Aula Dr. Nurcholish Madjid, Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat. Acara ini dihadiri hampir semua tutor PKBM se Jakarta Selatan, SKB dan para penilik Dikmen.

Acara yang menarik ini disinggung tentang perkenalan terhadap kurikulum 2013 yang akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. Meski pembahasan tentang kurikulum 2013 ini tidak lengkiap namun hanya sekedar pengenalan saja. Adapun secara resmi belum ada penyuluhan seputar pengenalan kurikulum 2013 untuk para tutor di wilayah PNFI Jakarta Selatan.

Acara ini bakal membahas tentang pelatihan bagaimana memanaj pembelajaran Paket B dan Paket C. Karenanya para tutor akan melakukan praktek mengajar dan tutorial kepada murid-murid atau warga belajar. Akan tetapi yang menjadi murid adalah rekan-rekan dari para tutor dari masing-masing mata pelajaran.

Diharapkan dari pelatihan ini, akan memberikan pencerahan dan pelaksanaan porogram paket di wilayah Jakarta Selatan lebih profesional dan dapat diandalkan.

Pengumuman UN 2013 Paket C

GambarKapankah pengumuman Ujian Nasional 2013 dikeluarkan. Sebaiknya kita tanyakan saja kepada menteri yang bertanggung jawab. Kapankah kelulusan UN Paket C, Paket B dan Paket A,

Menurut Mendikbud Mohammad Nuh, memastikan bahwa pengumuman Peserta UN SMA sederajatakan sesuai jadwal, meskipun kemarin banyak kisruh keterlambatan, tidak akan bergeser waktunya. Wah sip deh..

Lalu kenapa tidak begitu selesai ujian besoknya pengumuman, padahal peralatan yang dimiliki direktorat pendidikan kita ini cukup canggih misalnya menggunakan alat deteksi jawaban yang cepat dan praktis dan bisa terhubung secara publik lewat website.

Untuk alasan kenapa tidak segera diumumkan itu, katanya atas pertimbangan harus menyesuaikan dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai badan penyelenggara Ujian Nasional, pengumuman kelulusan peserta UN SMA sederajat bakal diumukan pada 24 Mei 2013. Adapun untuk kelulusan peserta UN SMP/MTs/SMPLB, dan Paket B 1 Juni 2012.

UN Masih diperlukan
Porsi nilai yang harus ditanggung peserta didik adalah 60%, menurut M Nuh, nilai UN sebagai integrasi vertikal dari jenjang menengah atas ke perguruan tinggi.

Ditegaskan oleh Djoko Santoso bahwa untuk tahun pelajaran 2013 bahwa nilai UN menjadi syarat yang diperlukan bagi calon penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Karenanya, porsi 60 persen nilai UN ini dipakai untuk integrasi vertikal antara jenjang pendidikan menengah atas (Paket C) ke perguruan tinggi karenanya harus ada. (MK)

Pengumuman UN SMA/Paket C = 24 Mei 2013
Pengumuman UN SMP/Paket B = 1 Juni 2013

Pengumuman UN SD/Paket A =  8 Juni 2013

Sumber gambar : Kompas.com